Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Riska Dwi Cahyani, Anak Penjual Cilok Terserang Kanker Tulang: Didiagnosa usai Terjatuh di Kegiatan Renang

Ahmad Khairudin • Kamis, 26 Oktober 2023 | 01:01 WIB
BUTUH BANTUAN: Kondisi Riska Dwi Cahyani yang mengalami kanker tulang.
BUTUH BANTUAN: Kondisi Riska Dwi Cahyani yang mengalami kanker tulang.

RADARSRAGEN.COM - Seorang anak dari keluarga kurang mampu asal Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo menderita kanker tulang. Kanker menjalar begitu cepat dan saat ini kondisinya semakin parah.

Anak bernama Riska Dwi Cahyani, 9, warga Ngablak, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo ini kini terbaring lemah di alas tidurnya. Kaki kanannya membengkak cukup besar dan tidak bisa bergerak. Setelah dilakukan pemeriksaan, anak seorang penjual cilok ini didiagnosa terkena tumor tulang.

Putri pasangan Sukardi, 47, dan Suparni, 47, ini didiagnosa tumor tulang setelah terjatuh ketika mengikuti program sekolah. Suparni berkisah, putrinya tersebut sekira seminggu sebelum puasa Maret silam, berenang di kolam bermain saat program sekolah. Riska terjatuh dan membentur cor pada bagian kakinya.

Saat pertama kalinya tidak ada tanda-tanda kakinya bakal bengkak. Namun kondisinya makin parah beberapa hari kemudian. Hingga tiga bulan setelah kejadian, kaki kanannya semakin membesar. Dia tidak bisa melanjutkan sekolah.

”Sudah tiga bulan ini tidak bisa masuk sekolah. Awalnya akan pulang, dia hendak mengambil kaos kaki. Saat mencari, terjatuh ke selokan dan kakinya baru terasa sakit setelah dua minggu, buat jalan sakit dan bengkak,” kata Suparni, kemarin (24/10).

Dia mencari penanganan medis di beberapa rumah sakit di Sragen maupun di Solo. Tetapi dia kini trauma dan tidak mau dibawa ke rumah sakit.

”Katanya mau dioperasi (di rumah sakit di Solo, Red), tapi ternyata tidak jadi. Sekarang mau diajak ke sana lagi takut. Besok rencana mau pindah ke rumah sakit,” jelasnya.

Bidan Desa Jambeyan, Nuryani menyampaikan, pihak Puskesmas Sambirejo sudah menindaklanjuti kondisi keluarga tersebut. ”Kami sudah menjalankan sesuai wewenang puskesmas dan mengajukan rujukan. Kami tahu diagnosis tumor sekira dua bulan lalu,” ujarnya.

Rencananya, dia akan dirujuk ke RS. Dr. Oen Solo pada Rabu (25/10) besok. Pihak bidan desa mencarikan ambulans untuk mengantar. Selain itu pihaknya juga berupaya menggalang donasi.

Tokoh Masyarakat Sragen, Bambang Widjo Purwanto menegaskan pasien kanker tulang itu termasuk warga miskin. ”Saya sudah komunikasi dengan sekda dan dinkes, semoga pemerintah segera menindak lanjuti anak ini. Kalau hanya dikunjungi terus kapan sembuhnya,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#renang #program sekolah #penyakit #penjual cilok #Kanker Tulang