RADARSRAGEN.COM – DPRD Sragen menggelar rapat komisi dengan mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kemarin (25/10). Termasuk Komisi II DPRD Sragen yang mendorong capaian pendapatan asli daerah (PAD) berjalan sesuai target.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sragen Tri Handoko menyoroti lemahnya capaian target PAD sejumlah dinas. Salah satu yang mencolok yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen yang dinilai masih sangat rendah dari target 2023.
Lantaran PAD baru masuk sekira 46 persen. Dari target Rp 2,5 miliar baru mendapat Rp 1,5 miliar. Pendapatan PAD dari persetujuan bangunan gedung (PBG) juga belum maksimal.
”Harapannya dari dinas ini bisa mengejar sekira Rp 300-400 juta dari PBG asalkan bisa menarik banyak investor,” jelasnya.
Pihaknya menyarankan agar mem-branding Sragen semenarik mungkin. Sehingga investor besar bisa menanamkan modal di Sragen. Dengan demikian berimbas ke kenaikan dari perizinan PBG.
”Termasuk ketika investor masuk bisa meningkatkan pendapatan warga Sragen,” ujar dia.
Sedangkan untuk serapan PAD yang dinilai baik yakni capaian dari rumah sakit (RS) Sukowati Tangen. Dia menuturkan sejak kerjasama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk PAD di RS Tangen capaiannya naik 5 kali lipat.
Terkait layanan publik seperti rumah sakit, pihaknya tidak sekadar menyoroti pendapatan. Namun juga memperhatikan layanan yang diberikan. Salah satu yang perlu mendapatkan apresiasi yakni layanan RSUD Soeratno Gemolong.
”Karena di RS Soeratno jemput bola memberikan layanan langsung ke masyarakat. Untuk meningkat PAD dan pelayanan kesehatan ke warga sekitar,” papar anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sragen ini.
Menurut Handoko, selain memaksimalkan PAD, dinas terkait juga harus meningkatkan pelayanan dengan terobosan dan inovasi yang baik. Seperti RSUD Soehadi Prijonegoro, PDAM Tirtonegoro harus memberikan layanan masyarakat yang maksimal.
Selain itu, dalam mendongkrak PAD, eksekutif harus lincah dan menggaet relasi para pemilik modal maupun investor agar masuk ke Sragen.
Untuk tahun ini memang sudah ada investor yang masuk di Sragen seperti dua pabrik sepatu yang saat ini masih dalam taraf pembebasan lahan seperti di Sambungmacan dan Tanon. (din/adi)
Editor : Damianus Bram