Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Angin Kencang di Sragen Robohkan Pendopo Ponpes Hingga Kantor BUMDes

Ahmad Khairudin • Minggu, 5 November 2023 | 20:58 WIB
Sejumlah pohon tumbang di Kabupaten Sragen pasca hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (4/11) kemarin.
Sejumlah pohon tumbang di Kabupaten Sragen pasca hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (4/11) kemarin.

RADARSRAGEN.COM – Angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Sragen Sabtu (4/11).  Kondisi tersebut mengakibatkan banyak kerugian material. Antara lain pendopo Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fallah Hidayatullah Mubtadiin, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo yang roboh dan kerusakan di Kantor BUMDes Desa Padas kecamatan Sidoharjo.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (4/11) sore sekitar pukul 17.40 angin Kencang melanda sebagian wilayah Sragen.

Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen terdapat 8 Kecamatan yang terdampak angin kencang.

Di antaranya di Kecamatan Sragen, Karangmalang, Sidoharjo, Gondang, Ngrampal, Tanon, Mondokan, dan Sumberlawang.

Kondisi cukup parah dialami Ponpes yang berada di Sidoharjo. Selepas Maghrib, pendopo Ponpes yang berada di Desa Tenggak tersebut roboh. Padahal bangunan baru diresmikan sekitar 6 bulan lalu. Kemudian Kantor BUMDes Desa Padas, juga rusak akibat angin kencang tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono menyampaikan hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai Angin Kencang mengakibatkan sejumlah kerusakan. Pasca hujan tersebut, beberapa pohon tumbang di jalan dan ada juga yang menimpa rumah warga.

Sedangkan di Sidoharjo bangunan joglo milik Ponpes dengan ukuran 8 m x 9 m rusak berat akibat angin. Nilai bangunan sekitar Rp 200 juta. Lantas di tanon Kanopi Kantor BUMDes juga terkena angin. Selain itu juga mengakibatkan kerusakan jaringan internet.

”Akibat situasi tersebut, aktivitas warga sempat terganggu, kabel listrik putus karena tertimpa pohon. Ini mengakibatkan beberapa lokasi padan listrik. Kemudian ada akses jalan yang terhambat karena jalan terhalang pohon yang tumbang. Selain itu ada beberapa rumah yang tertimpa pohon serta banyak genteng yang rusak. Kejadian ini membuat masyarakat panik,” ujarnya.

Triyono menyampaikan, berdasarkan laporan, total ada 11 desa yang terdampak hujan deras angin kencang tersebut. Dalam data yang dihimpun tersebut ada 13 pohon tumbang, satu bangunan pondok pesantren rusak berat, bangunan padepokan silat rusak berat, 2 tiang listrik roboh, satu kantor Bumdes rusak, dan 3 rumah rusak.

”Banyak pemilik rumah yang terdampak bencana akan melakukan kerja bakti secara mandiri dan dibantu oleh warga sekitar untuk pembersihan bangunan yang roboh. Total kerugian ditaksir sekitar Rp 314.600.000,” ujarnya.

Terpisah, Anggota DPRD Sragen Faturahman akan meninjau kerusakan di Ponpes. Pihaknya mendengar kejadian tersebut saat santri tengah mengaji. Beruntung tidak sampai ada korban.

Sedangkan Perangkat Desa Padas, Mursid membenarkan kerusakan kantor BUMDes. Pihaknya menyampaikan kondisi bangunan rusak berat. Bahkan atap sampai terbang. ”Kerugian sekitar Rp 30 juta,” bebernya. (din)

Editor : Damianus Bram
#angin kencang #BPBD Sragen #hujan deras #angin ribut