Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada Bencana hidrometeorologi, BPBD Sragen Gelar Apel Pasukan dan Relawan

Ahmad Khairudin • Selasa, 21 November 2023 | 18:36 WIB
ANTISIPASI: Relawan berbagai satuan di Sragen menggelar apel kesiapsiagaan, kemarin.
ANTISIPASI: Relawan berbagai satuan di Sragen menggelar apel kesiapsiagaan, kemarin.

RADARSRAGEN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mewaspadai ancaman keberadaan bencana hidrometeorologi.

Untuk itu, seluruh relawan dikumpulkan untuk mempererat koordinasi di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, kemarin (20/11).

Wakil Bupati Sragen Suroto menjadi komandan apel pada kesempatan tersebut. Bupati menekankan apel gelar pasukan dan peralatan ini dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah pada 2023-2024.

”Kegiatan ini sebagai tolok ukur kesiapan personel serta peralatan pendukung dalam operasi tanggap darurat bencana yang mungkin timbul,” ujar Suroto.

Suroto menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan badan nasional penanggulangan bencana (BNPB), cuaca ekstrem atau hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir akan terjadi pada November 2023 sampai Februari 2024.

”Perkiraan cuaca tersebut dapat menjadi potensi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang di Kabupaten Sragen. Kita perlu melakukan berbagai persiapan, sebagai langkah antisipasi, apabila bencana itu sewaktu-waktu terjadi di Sragen,” ujar Suroto.

Dia menegaskan, apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk respons pemkab dalam mengantisipasi kejadian bencana secara terpadu.

Dengan langkah persiapan yang matang, Pemkab Sragen juga dapat melakukan antisipasi, serta langkah-langkah penanganan secara cepat. Sehingga dampak bencana yang timbul dapat diminimalisasi.

Suroto mengajak kepada seluruh unsur terkait dalam kesiapsiagaan bencana, untuk selalu bergotong-royong. Berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan partisipasi, serta berperan aktif dalam penanggulangan bencana.

Selain itu, untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem, juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dengan prinsip kenali ancamannya dan kurangi risikonya.

Hal itu bertujuan agar kita dapat mengerti dan memahami tanda-tanda alam, apabila akan terjadi bencana, sehingga kita dapat selamat dari ancaman bencana.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Sragen Triyono menyampaikan dalam kesiapsiagaan bencana, diikuti relawan pegiat bencana sebanyak 400 orang. Selain itu hadir juga perwakilan dari TNI/Polri.

”Kami sengaja mempersiapkan diri. Sehingga ketika terjadi bencana hidrometeorologi atau musim penghujan yang diprediksi puncaknya di Februari,” ujar dia. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#Wakil Bupati Sragen Suroto #BPBD Sragen #BMKG #bencana hidrometeorologi #cuaca ekstrem #bnpb