RADARSOLO.COM - Para petani keramba di wilayah Sragen merugi hingga ratusan juta rupiah. Upwelling yang terjadi di Waduk Kedung Ombo (WKO), mengakibatkan jutaan ikan mati mendadak.
Berdasarkan informasi para petani keramba, sudah tiga hari terakhir fenomena ikan mati di Waduk Kedung Ombo berlangsung.
Fenomena upwelling hampir terjadi setiap tahunnya di wilayah Waduk Kedung Ombo, yang meliputi tiga kabupaten. Yakni kabupaten Sragen, Boyolali dan Grobogan.
Jenis ikan di keramba yang mati antara lain nila, tombro, emas, mujahir dan patin.
Salah seorang petani keramba asal Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Fugo, 34, memperkirakan jutaan ekor ikan di keramba wilayah WKO mati mendadak.
"Ikan di keramba mati mendadak beberapa hari ini," ujarnya, Selasa (21/11).
Satu-satunya upaya untuk menyelamatkan ikan yang masih hidup, yakni dengan dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman.
Karena muncul di sisi selatan Waduk Kedung Ombo, maka petani keramba sisi selatan bergegas memindahkan keramba mereka.
Langkah ini guna menghindari kematian ikan yang lebih banyak.
Namun, proses pemindahan pun tak mudah dilakukan. Apalagi, sebagian besar ikan sudah dalam kondisi lemas.
Di sisi lain, ikan-ikan di keramba sebenarnya sudah mendekati masa panen. Hal ini yang menyebabkan petani kian merugi.
"Upwelling ini menjadi bencana tahunan bagi para petani keramba di Waduk Kedung Ombo," urai Fugo.
Camat Sumberlawang Indarto Setyo Pramono membenarkan kabar adanya upwlling di WKO.
"Sudah ada laporan sekitar tiga hari terakhir. Kondisi ini akibat perubahan cuaca," ujarnya.
Dia menyampaikan, upwelling biasa terjadi saat memasuki musim pancaroba dan terjadi perbedaan suhu air.
Kondisi tersebut mengakibatkan limbah sisa pakan naik ke permukaan dan mengganggu oksigen. Hingga mengakibatkan kematian ikan masal. Apalagi ikan dalam jumlah banyak dan padat di keramba tidak leluasa menghindar. (din/ria)
Editor : Syahaamah Fikria