Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BPBD Sragen: 14 Kecamatan Rawan Banjir, Empat Potensi Tanah Gerak

Ahmad Khairudin • Senin, 27 November 2023 | 19:52 WIB
KERJA KERAS: Relawan mengevakuasi pohon tumbang, pekan lalu. BPBD sudah petakan daerah rawan bencana.
KERJA KERAS: Relawan mengevakuasi pohon tumbang, pekan lalu. BPBD sudah petakan daerah rawan bencana.

RADARSRAGEN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen memetakan kecamatan yang rentan bencana banjir dan tanah longsor. Selama September-Februari, kondisi cuaca diprediksi rentan terjadi bencana alam.

Sejauh ini, sudah ratusan pohon tumbang akibat dampak angin kencang disertai hujan deras, pekan lalu. Rekapitulasi pohon tumbang akibat angin mencapai 114 pohon selama 2023. Kejadian paling banyak pada November ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen Triyono menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan personel dan peralatan untuk antisipasi bencana.

Dia mengakui dalam beberapa bulan kedepan akan berpotensi menghadapi masalah. Seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor.

”Pada musim pancaroba ini ada angin kencang yang berpotensi merobohkan pohon di 20 kecamatan di wilayah Sragen,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya melakukan pemetaan wilayah yang rentan bencana. Seperti angin kencang berpotensi di seluruh kecamatan. Kemudian untuk wilayah yang berpotensi banjir ada 14 kecamatan.

”Di antaranya Sragen, Karangmalang, Sidoharjo, Tanon, Plupuh, Sukodono, Gesi, Ngrampal, Tangen, Jenar, Sambungmacan, Kalijambe, Sumberlawang, dan Gondang,” jelasnya.

Sedangkan potensi tanah gerak atau longsor terdapat di empat kecamatan. Yakni Sambirejo, Kalijambe, Plupuh, dan Masaran. Tersebar di 13 desa. Seperti Sijeruk, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo. Beberapa rumah warga rentan terkena longsor. Namun terkait relokasi rumah warga, Triyono menjelaskan bukan ranah BPBD.

”Upaya yang dilakukan yakni sosialisasi terus ke masyarakat. Seperti yang tinggal di daerah banjir. Supaya tidak banjir, untuk kerja bakti selokan mampet. Juga melalui surat edaran sekda,” jelasnya.

Untuk program bersih-bersih sungai, BPBD belum melakukan. Karena kegiatan semacam itu semestinya ranah dinas lingkungan hidup (DLH). Namun jika dilaksanakan, BPBD siap mengerahkan bantuan.

”Apabila kami diajak kami siap bersama unsur lainnya kita berangkat. Itu bersinergi, tidak hanya BPBD biar tujuan tercapai,” bebernya. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#angin kencang #BPBD Sragen #banjir #pohon tumbang #hujan deras #longsor