RADARSRAGEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen mencatat jumlah petani di Bumi Sukowati menyusut. Hal itu jadi sinyal bahaya bagi Kabupaten Sragen yang dikenal sebagai lumbung padi.
Kepala BPS Sragen Cahyo Kristiono menyampaikan, hasil sensus pertanian 2023 dilakukan dua tahap. Saat ini digelar tahap pertama, selanjutnya tahap kedua akan dilangsungkan tahun depan dengan hasil yang lebih detail.
Beberapa data yang disampaikan dari hasil sensus pertanian 2023 ini menunjukkan perkembangan jumlah unit usaha pertanian di Kabupaten Sragen dalam rentang waktu 2013 sampai 2023 mengalami penurunan.
Berdasarkan data dari BPS Sragen, dari tahun 2013 ada sebanyak 166.105 usaha pertanian perorangan (UTP) turun menjadi 144.134 UTP.
”Terjadi penurunan 14,25 persen, sedangkan unit pertanian usaha pertanian berbadan hukum (UPB) mengalami penurunan juga dari dua unit jadi satu unit. Unit pertanian lainnya (UTL) justru mengalami peningkatan dari 2023 sebanyak empat unit jadi 53 unit,” terangnya.
Sebaran UTP paling banyak di Kecamatan Tanon. Setelah itu baru Kecamatan Plupuh, Sumberlawang, Mondokan, dan Kalijambe.
Sedangkan komposisi petani dari sisi umur, mayoritas di generasi X dengan rentang kelahiran 1995 sampai 1980.
”Artinya perkiraan usia 43 menempati tertinggi, nilainya 40-30 persen. Generasi milenial usia 27 tahun sebanyak 16,30 persen,” ujarnya. (din/adi)
Editor : Damianus Bram