Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tak Punya Cadangan Beras Mandiri, Ini Cara Pemkab Sragen Turunkan Harga

Ahmad Khairudin • Kamis, 22 Februari 2024 | 17:14 WIB
Pemkab Sragen memastikan stok beras di  Bulog sebelum putuskan gelar operasi pasar.
Pemkab Sragen memastikan stok beras di Bulog sebelum putuskan gelar operasi pasar.

RADARSOLO.COM- Senasib dengan kabupaten/kota lainnya di Solo Raya, harga beras di Kabupaten Sragen kian membumbung.

Dari Rp 12 ribu-Rp 13 ribu per kilogram (kg) pada awal 2024, kini tembus Rp 16 ribu per kg untuk beras premium, dan Rp 15 ribu untuk kualitas medium.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut membuat daya beli masyarakat menurun.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, pemkab tak bisa berbuat banyak dengan naiknya harga beras.


Mengingat Pemkab Sragen tidak memiliki cadangan beras mandiri.

Sehingga perlu dilakukan komunikasi dengan Bulog untuk ketersediaan bahan pangan.

”Kalau kami melakukan operasi pasar, kami harus melihat stok (beras) dulu di Bulog, karena kerja sama dengan Bulog," ujar bupati yang akrab disapa Mbak Yuni.

Bupati Sragen juga menunggu janji Presiden Joko Widodo yang akan menurunkan harga beras dalam sepekan ke depan.

”Kami tunggu dulu, sama yang dipidatokan pak presiden bahwa insya Allah dalam satu minggu ke depan harga beras akan turun," ungkapnya.

Bagaimana jika dalam sepekan ke depan harga beras tetap mahal? Bupati Yuni akan koordinasi dengan Bulog untuk operasi pasar.

”Apakah ada beras medium yang bisa kami beli untuk operasi pasar di beberapa titik," jelasnya.

Terkait kondisi pertanian padi di Kabupaten Sragen, Mbak Yuni menyebut sudah mulai panen.

Diharapkan hasil panen padi bisa optimal sehiangga berimbas baik pada harga pangan.

Kepala DKPPP Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mengatakan, lahan pertanian yang mulai panen berada di Kecamatan Sambungmacan. Sedangkan di Kecamatan Karangmalang mulai panen raya.

”Pada MT (musim tanam) I hampir 40 ribu hektare tanaman padi akan dipanen," ujar Eka.

Eka optimistis, hasil panen bisa maksimal. Mengingat kebutuhan air dan pupuk tercukupi.

"Hama tidak begitu banyak. Insya Allah panen di sini bagus. Kalau rata rata gabah kering panen antara 6-7 ton per hektare, ya sekitar 280 ribu ton gabah kering panen," ungkap dia. (din/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Pemkab Sragen #mahal #kusdinar untung yuni sukowati #bupati #harga beras #cadangan