Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pabrik Tekstil di Sidoharjo, Sragen Terbakar: Api Dari Percikan Las

Ahmad Khairudin • Senin, 4 Maret 2024 | 00:50 WIB
Tim Damkar Sragen tengah melakukan proses pemadaman api di Pabrik Tekstil yang ada di di Dukuh Darangan, Desa Purwosuman Kecamatan Sidoharjo,
Tim Damkar Sragen tengah melakukan proses pemadaman api di Pabrik Tekstil yang ada di di Dukuh Darangan, Desa Purwosuman Kecamatan Sidoharjo,

RADARSOLO.COM – Sebuah pabrik tekstil mengalami kebakaran pada Minggu (3/3.2024) sekitar pukul 13.50. Beruntung kebakaran bisa ditangani dan tidak meluas.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Sragen berhasil mematikan titik api yang ada diatap pabrik tersebut.

Informasi yang dihimpun RadarSolo.com, kebakaran ini terjadi di pabrik tekstil milik PT.Bintang Asahi Textile Industri (BATI) yang beralamat di Dukuh Darangan, Desa Purwosuman Kecamatan Sidoharjo.

Kejadian bermula pada 13.00. Dimana sejumlah karyawan pabrik melakukan pengelasan di atap plafon mesin produksi. Tanpa sengaja percikan bara api dari las jatuh dan mengenai glasswool dari plafon peredam panas.

Karena percikan tersebut, para karyawan panik dan mencoba memadamkan api menggunakan botol air untuk memadamkan api.

Namun karena bahan mudah terbakar, api merambat menyebabkan banyaknya titik api yang menyala.

Karena tidak bisa tertangani oleh para karyawan di dalam pabrik. Pihak security menghubungi Damkar untuk bantuan pemadaman api.

Kepala Bidang Damkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sragen Tomy Isharyanto menyampaikan pihaknya menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Pemadaman benar-benar tuntas pada pukul 15.45.

”Benda yang terbakar yakni glasswool atau busa peredam panas pada atap pabrik. Diduga api akibat percikan bara dari pengelasan,” ujar Tomy.

Terkait kerugian material, pihaknya belum bisa memastikan nilainya.

Namun patut disyukuri tidak sampai ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Menurutnya kejadian kebakaran tersebut sempat membuat panik karyawan pabrik.

Sejumlah kendala selama pemadaman antara lain asap dari kebakaran glasswool yang terlalu pekat dan sirkulasi udara yang kurang memadai.

”Kondisi itu membuat karyawan yang mencoba memadamkan manual mengalami sesak nafas dan lemas. Asap juga membuat polusi udara di sekitar lokasi kebakaran,” terangnya.

Sempat ditakutkan api merambat di bagian gudang dan gedung lainnya. Beruntung tidak sampai meluas.

Namun untuk sementara pabrik produksi benang menjadi kain ini dihentikan untuk sementara waktu.

”Kerusakan terjadi pada Plafon atap pabrik, banyak yang jebol. Kemudian mesin produksi sebagian dihentikan akibat terkena air dari pemadaman,” ujarnya.

Selama pemadaman, terkendala lokasi titik api berada diatas plafon. Sehingga petugas harus menaiki tangga untuk mencapai titik tersebut.

Selain itu petugas juga sangat berhati-hati karena hanya berpijak pada rangka plafon yang licin dan mudah ambrol. (din)

Editor : Damianus Bram
#pabrik tekstil #damkar abang #kebakaran #pabrik terbakar