Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mudik hingga Liburan Lebaran Bisa Dilayani Trans Jateng Solo-Sumberlawang, Bus Lintasi Objek Wisata

Ahmad Khairudin • Rabu, 10 April 2024 | 00:05 WIB
Armada Trans Jateng yang mengantre untuk diberangkatkan dari Terminal Tirtonadi Solo.
Armada Trans Jateng yang mengantre untuk diberangkatkan dari Terminal Tirtonadi Solo.

RADARSOLO.COM — Bus Trans Jateng koridor Solo-Sumberlawang terus mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Sejak mulai beroperasi dan diresmikan pada September 2020, pengguna kendaraan pribadi mulai banyak yang beralih ke transportasi publik tersebut.

Bahkan pada awal tahun ini, Trans Jateng koridor Solo-Sumberlawang catat kenaikan sekira 10 persen penumpang harian.

Sejak mulai beroperasi, Trans Jateng koridor ini juga terus konsisten dengan 14 armadanya.

Setiap bus bisa mengangkut sekira 40 penumpang. Dengan komposisi 20 penumpang duduk dan 20 penumpang berdiri.

Kasi Operasional Balai Transportasi Jawa Tengah Bayu Pramono Jati menjelaskan, Trans Jateng koridor Solo-Sumberlawang mulai operasional saat dunia dilanda pandemi Covid-19.

Sampai saat ini armada ini masih konsisten beroperasi setiap hari.

Satu armada melakukan perjalanan bolak balik enam kali per hari.

Dari Sragen sampai Solo melayani 85 titik pemberhentian.

Dengan rincian ada 17 yang berbentuk halte, sisanya masih berupa rambu pemberhentian bus.

”Karena launching pada saat pandemi, (penumpang saat itu,Red) tidak terlalu banyak," kata Bayu.

Namun, jika dibandingkan dari awal beroperasi pada 2020 hingga saat ini pertunbuhannya sangat signifikan.

"Sekarang pertumbuhan penumpang meningkat 56 persen terhitung sejak 2020-2024,” ujar Bayu.

Rata-rata jumlah penumpang yang menggunakan jasa Trans Jateng sekitar 2.400 orang per hari.

Koridor Solo-Sumberlawang melayani penumpang mulai pukul 05.00-17.30.

”Ramai penumpang saat jam sibuk pagi dan jam sibuk sore. Kalau siang biasanya jam pulang sekolah,” bebernya.

Untuk arus penumpang, dia menjelaskan, Trans Jateng ini seperti layaknya komuter.

Kebanyakan dari arah Sragen menuju Solo ketika pagi hari.

Sebaliknya, pada sore hari kebanyakan penumpang dari Solo menuju Sragen.

Bayu tidak memungkiri Solo masih menjadi magnet kegiatan aktivitas masyarakat ketika pagi hingga sore hari.

Selain itu, dari survei transportasi, sejauh ini 50,12 persen penumpang Trans Jateng koridor Solo-Sumberlawang merupakan mantan pengguna kendaraan pribadi.

Mereka beralih menggunakan kendaraan umum, setelah adanya Trans Jateng.

”Sebelumnya dari pengguna kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat beralih ke kendaraan umum. Sehingga cukup efektif bagi masyarakat beralih moda transportasi,” papar dia

Sementara itu, menghadapi kemungkinan lonjakan penumpang saat arus mudik dan balik Lebaran, Balai Transportasi Jawa Tengah sudah lakukan skenario antisipasi seperti tahun sebelumnya.

Di mana pada momen mudik Lebaran 2023 lalu, pemudik yang turun dari bus AKAP atau kereta api, akan melanjutkan perjalanan menuju daerah asal naik Trans Jateng.

Di sisi lain, pada momen libur Lebaran, diprediksi terjadi lonjakan penumpang ke objek wisata

Nah, jalur Trans Jateng pun menuju objek-objek wisata itu. Seperti Museum Manusia Purba Sangiran dan Gunung Kemukus.

Namun, diakui Bayu, peningkatan penumpang pada libur Lebaran tidak terlalu signifikan.

Menurut Bayu, pihaknya terus melakukan evaluasi terkait pelayanan Trans Jateng.

Termasuk menampung berbagai masukan dari masyarakat terkait pelayanan.

"Jika ada usulan semisal masuk ke tempat pelayanan publik seperti di RSUD Soeratno Gemolong, akan ditinjau dan dipertimbangkan. (din/nik/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#lebaran #Gunung Kemukus #mudik #solo #trans jateng #sumberlawang #Museum Sangiran #wisata