Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keberatan Kebijakan Desa Merubah Akses Jalan untuk Kebutuhan Pertanian, Petani Desa Gabus Sragen Gelar Aksi Demo

Ahmad Khairudin • Rabu, 1 Mei 2024 | 21:35 WIB
Warga Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen menggelar aksi demo terkait kebijakan desa. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Warga Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen menggelar aksi demo terkait kebijakan desa. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Puluhan buruh tani dan warga Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal menggelar aksi demo terkait kebijakan desa, Rabu (1/5) pagi.

Aksi mereka berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Desa Gabus yang dianggap mengabaikan kepentingan akses jalan warga untuk pertanian. Atas desakan tersebut, pemerintah desa akan merevisi proyek yang sudah setengah jalan.

Kekesalan warga bermula terkait lahan oro-oro yang cukup panjang di Dukuh Gabus Wetan. Lahan tersebut nyaris 1 kilometer. Lokasi juga cukup lebar, sekitar 15 meter.

Bertahun-tahun petani setempat merawat akses tersebut untuk kepentingan pertanian. Termasuk membuat makadam pengerasan jalan secara gotong royong.

Hingga akhirnya Pemerintah Desa (Pemdes) Gabus menyertifikatkan lahan oro-oro tersebut atas nama pemerintah desa. Kemudian pada 2024 ini, pemdes Gabus menganggarkan pembangunan

Yakni cut and fill jalan senilai Rp 50 juta menggunakan Silpa dana desa (DD) 2024 dan Makadam senilai Rp 50 juta dari dana desa (DD) Tahap 1 Tahun 2024.

Sayangnya warga tidak mendapatkan sosialisasi perihal penyertifikatan tanah OO dan pembangunan tersebut. Akses yang biasa digunakan ini justru akan digunakan untuk peruntukan lain.

Sedangkan jalan yang biasa dilalui itu akan dipindah. Hal ini membuat petani, buruh tani dari tiga kebayanan di Gabus geram dan melayangkan protes ke Pemdes Gabus.

Perwakilan warga, Sugino menyampaikan, belum pernah tahu perihal sertifikat tanah yang sebelumnya berstatus oro-oro itu. Karena tidak ada penjelasan dari pemerintah desa.

Padahal sebelumnya petani secara swadaya membangun jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian.

Dia juga menyesalkan tidak ada koordinasi penyertfikatan lahan yang sudah dirawat warga tersebut.

"Tidak ada kordinasi untuk masyarakat. Mohon nanti dikembalikan lagi (jadi jalan, red) untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#lahan #aksi demo #kecamatan ngrampal #Swadaya #pertanian #kebijakan