Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penjualan Hewan Kurban Idul Adha di Sragen Tetap Naik Meski Ada Wabah PMK

Ahmad Khairudin • Selasa, 14 Mei 2024 | 04:21 WIB
Salah satu kandang ternak di Sragen banjir pesanan jelang Idul Adha. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu kandang ternak di Sragen banjir pesanan jelang Idul Adha. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Sragen mencatat hingga kemarin (13/5) sudah ada 74 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Namun sejauh ini tidak terlalu berpengaruh terkait penjualan hewan ternak menjelang Idul Adha.

Petugas Medic Veternier Muda DKPPP Sragen Ana Margaretha menyampaikan, ada 74 sapi sakit berdasarkan laporan pekan lalu. Sejauh ini ada empat ternak mati dan tujuh ekor yang dipotong paksa untuk mengurangi kerugian peternak.

Sapi yang tertular PMK tidak bisa dipastikan asal penularannya. Karena persebaran virus PMK bisa saja di pasar maupun media penularan manusia. Bisa terjadi saling kontak dari penjual.

”Kadang lewat kontak manusia juga, tapi tidak bisa dipastikan dari daerah tertentu. Karena lalu lintas ternak juga banyak, dari Jawa Timur keJateng banyak, begitu juga sebaliknya termasuk dari jawa barat. Apalagi menjelang Idul Adha gini,” ujarnya.

Terkait harga ternak saat ini masih stabil. Menurutnya tidak begitu berpengaruh dan berdampak. Justru semakin mendekati Idul Adha juga bisa jadi naik. Karena tentu untuk hewan kurban dipersyaratkan hewan yang sehat.

Ana menambahkan, jika ada sapi sakit,  tentu pembeli juga menawar harga lebih murah. Untuk sapi yang terjangkit PMK, masih bisa dikonsumsi. Selain bagian kaki dan kepala.

”Daging di luar kaki dan kepala, kalau jeroan sebaiknya tidak dikonsumsi,” terang Ana.

Sedangkan untuk kambing, virus PMK pada kambing tidak menunjukkan gejala. Namun gejala lebih banyak ditunjukkan pada sapi. Biasanya kuda menunjukkan gejala, namun belum ada laporan dan tidak banyak kuda di Sragen.

Dinas terkait juga sudah melakukan penanganan di 11 kecamatan. Seperti pembagian disinfektan gratis selama persediaan masih ada.

Pihaknya juga menyarankan ternak yang sakit untuk dipisah kandang. Demikian peternak yang dari kandang sapi sakit tidak boleh ke tempat kandang sapi sehat.

”Termasuk tempat makan tidak boleh dijadikan satu sebelum disterilkan,” ujar dia. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#idul adha #ternak #sragen #sapi #Penyakit Mulut dan Kuku #PMK #Virus PMK