RADARSOLO.COM – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen belum punya daftar biro perjalanan wisata yang berizin. Hal ini berkaitan dengan ramainya pemberitaan kejadian kecelakaan yang menimpa perjalanan wisata beberapa waktu lalu.
Kepala Disparpora Sragen Joko Hendang Murdono mengaku belum menginventarisasi data terkait biro wisata di Sragen. Sebenarnya badan usaha seperti itu masuk ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen. Namun dengan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya menilai penting memiliki data tersebut.
”Kalau data perusahaan itu lebih ke perizinan. Mereka selama ini juga tidak pernah menyampaikan report ke kami. Mungkin nanti kami yang akan melakukan pendataan, berapa jumlah biro dan legalitasnya,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kejadian kecelakaan yang menimpa bus pariwisata juga harus terintegrasi lintas instansi dan dinas. Seperti kasus di Jawa Barat lalu, berkaitan dengan kelayakan uji kendaraan, kelayakan dan kenyamanan perlu dijamin.
Joko tidak memungkiri beberapa kegiatan siswa dalam perjalanan menggunakan kendaraan umum atau bus, di salah satu sekolah swasta di Sragen. Menggunakan bus yang dinilai tidak cukup aman. Padahal kegiatan sekolah itu menuju Sambirejo, yang kontur jalan cukup curam.
Selain itu, kebijakan terkait larangan sekolah menggelar study tour, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud). Apalagi di Sragen memiliki Museum Sangiran yang pangsa pengunjungnya ditujukan pada pelajar.
”Terutama di Sangiran, sasarannya lebih kepada anak-anak pelajar,” terangnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen Prihantomo menjelaskan, pihaknya masih berpijak pada regulasi sebelumnya bahwa tidak ada larangan terkait pelaksanaan study tour.
”Kami tidak bisa gebyah uyah, jadi masih bisa dilaksanakan sesuai regulasi. Karena study tour ini juga harus melibatkan sekolah, komite dan orang tua dalam perencanaan dan pelaksanaanya,” ujarnya.
Dia menekankan perihal kejadian ini menjadi pelajaran. Sehingga diimbau terkait keselamatan dan destinasi juga harus aman. Demi menghindari musibah serupa terulang. (din/adi)
Editor : Adi Pras