RADARSOLO.COM – Hari Raya Idul Adha tinggal hitungan hari. Pemerintah perlu memastikan kondisi lalu lintas hewan kurban yang diperjual belikan. Selain kelayakan umur, juga perlu memastikan hewan kurban bebas dari penyakit.
Petugas Medic Veternier Muda Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Sragen Ana Margaretha mengatakan, pihaknya terjun ke lokasi pasar hewan untuk mengecek situasi dan kondisi hewan ternak jelang Idul Adha.
”Tadi ada beberapa sapi yang sudah pernah kena LSD (lumpy skin disease,Red), namun sudah sembuh. Terkait penyakit lain belum ada temuan,” ujarnya, Selasa (4/6).
Pengawasan juga dilakukan lantaran ada pula hewan yang belum powel di pasar hewan. Pedagang harus jujur pada pembeli. Karena hewan kurban yang belum powel tidak memenuhi syarat syariat islam.
”Tidak boleh untuk korban. Kalau ciri hewannya bagian bawah, tengah dan atas sudah ganti gigi,” jelasnya.
Dia mengingatkan perlu cek penampilan fisik sapi sehat sebelum diputuskan untuk dikurbankan. Seperti kaki dan organ tulang komplet, tidak diare, tidak ngiler, nafsu makan juga aman, tidak lesu, dan bulu tidak kusam. Maka hewan kurban tersebut dipastikan sehat.
”Kami melaksanakan pemeriksaan hewan kurban di pasar hewan dan penampungan hewan kurban. Selain di pasar hewan Sragen, juga di pasar hewan Sumberlawang dan penampungan hewan kurban di 20 kecamatan,” terangnya.
Terkait kewaspadaan perihal penyakit ternak, dia mengatakan, saat ini puncak penyakit ternak sudah berlalu. Seperti LSD beberapa waktu lalu tidak terlalu banyak.
”Terkait penyakit bulan-bulan kemarin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku,Red) juga cukup banyak, namun sekarang sudah tidak,” jelasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras