Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Penurunan Angka Kemiskinan Sragen Dua Tahun Terakhir Cukup Pesat

Ahmad Khairudin • Senin, 17 Juni 2024 | 03:42 WIB
Penyaluran bantuan sosial untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Penyaluran bantuan sosial untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Angka kemiskinan di Kabupaten Sragen selama 10 tahun terakhir mengalami penurunan. Hal itu terhitung pada periode 2013-2023. Namun dalam dua tahun terakhir ini, progres penurunan angka kemiskinan cukup besar.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Penelitian dan pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Sragen Aris Tri Hartanto mengatakan, dalam dua tahun terakhir, penurunan angka kemiskinan Kabupaten Sragen terbaik kedua di eks Karesidenan Surakarta.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen, angka kemiskinan pada 2022 mengalami penurunan sebesar 0,89 persen. Sedangkan pada 2023 turun 0,07 persen.

”Pada tahun 2022 mengalami penurunan 0,89 persen, penurunan angka kemiskinan terbaik kedua setelah Klaten. Pada 2023 kembali turun 0,07 persen penurunan angka kemiskinan terbaik setelah Kota Solo,” terangnya.

Dia mengaku persentase penduduk miskin di Kabupaten Sragen sempat mengalami peningkatan saat pandemi Covid-19. Situasi tersebut terjadi pada 2020 dan 2021. Setelah itu, Pemkab Sragen melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

Menurutnya, pada 2022, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mencanangkan program Desa Tumis (desa tuntas kemiskinan).

”Desa Tumis itu sendiri merupakan konvergensi dari empat strategi penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan di desa terpilih, dengan anggaran dari berbagai pihak APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, CSR dan filantropi,” ucapnya.

Selain program tersebut, beberapa langkah juga dilakukan oleh Pemkab Sragen. Yakni dengan perbaikan jalan dan jembatan, pemberian Balinsos dan beasiswa Mahasintawati ke 388 siswa.

”Program Desa Tumis kami menganggarkan Rp 16 miliar, perbaikan jalan Rp 126 miliar, Balinsos Rp 4 miliar, beasiswa Mahasintawati Rp 12,116 miliar dan pelatihan kerja mencapai Rp 10 miliar,” jelasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#angka kemiskinan #bupati sragen kusdinar untung yuni sukowati #badan pusat statistik (bps) #apbn #apbd #Bappeda #covid-19 #kabupaten sragen #csr