RADARSOLO.COM – Sejumlah saksi diperiksa dalam kasus kematian bayi dengan penuh luka di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen. Hal itu untuk mengungkap apa yang terjadi dengan bayi malang tersebut.
Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiyono mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa delapan orang saksi dalam kasus ini. Mulai dari keluarga hingga perangkat desa setempat.
”Saksi yang sudah diperiksa ada delapan orang. Yakni ayah, dua anak, dan perangkat desa, juga warga sekitar,” katanya mewakili kapolres Sragen.
Sedangkan untuk ibu bayi yakni SA, 40, baru diperiksa kemarin (20/6). Namun pemeriksaan belum bisa maksimal karena juga mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
”Saat ini, ibu bayi sudah pulang dari rumah sakit dan sedang menjalani pemulihan usai mengalami perdarahan hebat,” jelasnya.
Wikan menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, ayah bayi mengaku tidak mengetahui proses kelahiran bayi.
”Keterangan itu baru sementara, kita lihat saja, nanti hasil pemeriksaan selanjutnya,” jelasnya.
Selain itu, Satreskrim Polres Sragen juga masih menunggu hasil otopsi yang belum dikeluarkan pihak rumah sakit. ”Otopsi belum keluar hingga Kamis ini (kemarin,Red),” jelasnya.
Temuan bayi meninggal di kolong dapur tersebut masih menjadi tanda tanya. Kecurigaan muncul pada SA. Lantaran saat datang ke puskesmas dalam kondisi pendarahan hanya mengaku mengalami keguguran.
Namun saat dicek di rumah sakit rujukan, diketahui bahwa SA baru saja melahirkan bayinya. Petugas kesehatan bersama kepolisian kemudian menuju rumah SA. Di rumah tersebut ditemukan jasad bayi yang baru berusia satu hari. (din/adi)
Editor : Adi Pras