RADARSOLO.COM – Puluhan ton ikan keramba Waduk Kedung Ombo (WKO) Sragen mati mendadak. Penyebabnya diduga karena terkena perubahan cuaca.
Fenomena ikan mati mendadak ini disebut upwelling. Hal itu sering terjadi pada saat musim kemarau. Saat ini suhu lebih dingin dibanding biasanya.
Akibatnya masa air Waduk Kedung Ombo dari lapisan bawah naik ke permukaan. Sementara sisa pakan yang mengandung racun juga ikut naik. Hal itu mengakibatkan oksigen yang dibutuhkan ikan menipis.
Salah seorang petani ikan keramba Waduk Kedung Ombo Warsito, 33, mengungkapkan, ikan di keramba Waduk Kedung Ombo mati mendadak sejak seminggu terakhir.
”Ini banyak ikan mati mendadak milik para petani keramba Waduk Kedung Ombo, khususnya wilayah Ngasinan,” ujar Warsito, Jumat (19/7/2024).
Beberapa petani keramba mengalami kerugian akibat fenomena ini. Mereka masih berusaha menyelamatkan jutaan ikan yang masih hidup.
Langkah yang dilakukan dengan memindahkan keramba ke tempat lokasi yang lebih aman dengan cara ditarik menggunakan perahu.
”Jenis ikan mati mendadak dalam keramba seperti, nila, mujair, tombro, emas dan lainnya,” ujar Warsito.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari mengaku belum mendapat laporan dari petugas yang memantau di sekitar Waduk Kedung Ombo.
Namun pada umumnya penyebabnya upwelling akibat kotoran yang di bawah naik ke atas. Akhirnya meracuni ikan di dalam keramba karena oksigen rendah.
Dia menambahkan, hingga saat ini fenomena teresbut belum bisa ditangani. Biasanya terjadi setiap Juli hingga Agustus. Tapi pada umumnya petani keramba sudah tahu hal yang harus dilakukan untuk menekan kerugian.
”Iya nanti saya cek ke teman-teman penyuluh perikanan. Kalau fenomena mati mendadak ini sudah setiap tahun, kondisi panas banget dan nggak ada hujan uap air juga tinggi,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras