RADARSOLO.COM – Keributan soal Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meminta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) putri untuk menanggalkan jilbab banyak disorot.
Namun hal tersebut tidak mempengaruhi persiapan para paskibraka Kabupaten Sragen. Paskibraka putri Sragen dipastikan tetap mengenakan jilbab dalam pelaksanaan upacara HUT RI Ke-79.
Pelatih Paskibraka Sragen Imam Rochadi menegaskan, tidak ada paskibraka yang menanggalkan jilbabnya. Bahkan ada tiga paskibraka putri yang berasal dari pondok pesantren ikut menjadi bagian dalam upacara yang digelar pada HUT RI Ke-79 ini. Begitu pula yang bukan dari pondok pesantren juga ada yang memakai jilbab.
”Kemarin ada yang saat gladi dan pengukuhan tidak memakai jilbab, memang non muslim,” terang Imam saat persiapan pengibaran bendera Jumat (16/8/2024).
Dia menjelaskan ada paskibraka putri sejumlah 28 orang. Hanya 1 yang tidak menggunakan jilbab karena non muslim. Sedangkan total pengibar bendera ada 74 termasuk anggota paskibraka laki-laki.
”Ada 27 yang memakai jilbab, dan itu bukan masalah,” ujarnya.
Dia memastikan hak dan keyakinan untuk memakai jilbab tetap dilindungi. Anggota Badan Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bidang ideologi wawasan kebangsaan ini memastikan mereka fokus bertugas menjadi pengibar bendera dengan baik. (din/adi)
Editor : Adi Pras