Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kekeringan Meluas Sampai Perkotaan, Wilayah Sragen Kota dan Masaran Minta Bantuan Air Bersih

Ahmad Khairudin • Jumat, 27 September 2024 | 00:54 WIB
BPBD Sragen terus salurkan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
BPBD Sragen terus salurkan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kekeringan di Kabupaten Sragen terus meluas meskipun telah terjadi hujan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kekeringan telah meluas di wilayah selatan Bengawan atau wilayah perkotaan.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, wilayah terbaru yang mengalami kekeringan di Kecamatan Masaran dan Kecamatan Sragen.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sragen Giyanto menjelaskan, di Kecamatan Sragen kota meliputi Kelurahan Karangtengah. Selain itu di Masaran masuk wilayah Desa Sepat.

Warga terdampak kekeringan di Karang Tengah sudah mengajukan dropping air bersih kepada BPBD. Lantaran sumur-sumur warga yang menjadi sumber air bersih utama selama ini sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

”Sebetulnya ada pamsimas masih proses penyambungan listrik sampai saat ini belum tersambung padahal warga sudah membutuhkan,” ujarnya Kamis (26/9/2024).

BPBD sudah melakukan pengecekan ke lokasi kekeringan di Karangtengah. Namun dropping air bersih belum dilakukan karena infrastruktur pendukung seperti tandon air portabel belum tersedia. Sementara warga masih menggunakan sumur meskipun tidak maksimal.

”Karangtengah belum di-drop kemarin di cek sumurnya masih mengeluarkan air memenuhi kebutuhan keluarga cuma harus menunggu kumpulnya air,” jelasnya.

Sedangkan wilayah Desa Sepat, Kecamatan Masaran yang membutuhkan bantuan air bersih di dua RT. Yakni di Dukuh Gandu RT 37 dan 38. Pihaknya sudah mengirim air ke Masaran.

”Kemarin sudah di-drop air bersih kapasitas 5.000 dan 4.000 liter,” ujar Giyanto.

Sedangkan wilayah utara Bengawan yang membutuhkan dropping air bersih di Kecamatan Gemolong. Permintaan air bersih di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Pasokan untuk kebutuhan RS berkurang sehingga meminta bantuan BPBD.

”RSUD Gemolong juga membutuhkan air bersih, karena sumur di lingkungan rumah sakit tidak mencukupi kebutuhan, dan minta di drop air bersih,” katanya.

Giyanto mengatakan kekeringan di Sragen kini meluas bahkan sampai wilayah yang tidak diperhitungkan seperti daerah perkotaan.

”Di luar prediksi. Untuk kecamatan memang sudah terjadi kekeringan tahun 2019, cuma secara detail kelurahan berbeda,” ucapnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#BPBD Sragen #sragen #perkotaan #kekeringan #hujan #gemolong #masaran #dropping air bersih #bengawan