RADARSOLO.COM – Layanan kesehatan terkait rujukan pasien terkadang harus melibatkan berbagai fasilitas kesehatan (faskes).
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menguatkan koordinasi dengan jejaring faskes untuk layanan bagi pasien rujukan. Hal ini menghindari adanya pasien yang telantar akibat kesalahan koordinasi.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen Agus Trijono menjelaskan, pihaknya menggelar koordinasi jejaring pada Kamis (10/10). Sejumlah klinik, puskesmas dan rumah sakit yang masuk jejaring rujukan diundang.
Termasuk beberapa faskes dari luar kota seperti Karanganyar dan Ngawi yang aksesnya relatif lebih dekat dengan RSUD Sragen untuk rujukan.
Dia menambahkan, selain menggunakan Sisrute atau aplikasi Sistem Informasi Penyelenggaraan Rujukan Terpadu yang berbasis IT, juga koordinasi melalui grup whatsapp. Di whatsapp tersebut ada dokter dan faskes yang tergabung.
”Jadi dalam grup ada 122 jejaring rujukan ke RSUD Sragen,” terangnya.
Untuk faskes yang masuk jejaring rujukan, lanjutnya, di antaranya wilayah Karanganyar seperti Kecamatan Kerjo dan Jenawi. Sedangkan wilayah Kabupaten Ngawi meliputi Kecamatan Mantingan, Sine, dan Ngrambe. Selain itu tentunya faskes yang ada di Kabupaten Sragen.
”Dari Ngawi sekitar 8-10 faskes,” jelasnya.
Agus menyebut selama ini jika tidak terkoordinasi, dari faskes yang mengirim rujukan tidak mengetahui kondisi di RSUD Sragen. Bisa jadi masih kondisi tempat tidur penuh dan sebagainya. Sehingga dengan koordinasi, ada kesepahaman bersama terkait kondisi sebelum merujuk.
Agus menilai sejauh ini untuk pasien rujukan cukup aman. Dalam sehari rata-rata pasien rujukan yang masuk antara 40-50 pasien. (din/adi)
Editor : Adi Pras