Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Potensi Peternakan Ikan di Sragen Cukup Besar, Tapi Hasilnya Tak Maksimal: Ternyata Ini Penyebabnya

Ahmad Khairudin • Senin, 21 Oktober 2024 | 14:20 WIB
Warga menunjukkan hasil tangkapan ikan di Sungai Bengawan Solo wilayah Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Warga menunjukkan hasil tangkapan ikan di Sungai Bengawan Solo wilayah Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Potensi budidaya dan pengolahan ikan di Sragen cukup besar. Sayangnya masih kurang tergarap dengan baik.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui kurangnya perhatian pada sektor perikanan di daerahnya. Meskipun banyak potensi yang masih bisa dikembangkan.

”Kami masih fokus pada padi saja, untuk ikan belum terlalu dilirik. Saya akan pesan pada bupati baru untuk lebih bisa mengangkat potensi perikanan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dia berharap bupati baru dapat lebih proaktif dalam mengembangkan sektor perikanan.

"Dengan memanfaatkan potensi ikan yang ada, kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kampanye protein ikan, pihaknya juga menyoroti kurangnya minat anak-anak di Sragen terhadap konsumsi ikan.

Padahal, potensi perikanan di Sragen sangat besar, tidak hanya dari Waduk Kedung Ombo (WKO), tetapi juga dari budidaya di Sidoharjo dan Ngrampal serta daerah lainnya.

”Semua bagian ikan bisa dimanfaatkan. Dagingnya untuk lauk konsumsi, kulit bisa dijadikan kerupuk, bisa dibuat bakso, nugget, botok ikan dan sebagainya,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Budi Sulistiyo tidak memungkiri konsumsi ikan cukup mahal di Sragen.

Lantaran belum banyak tingkat konsumsi yang dilakukan masyarakat Sragen.

Baca Juga: Hore! Pemkab Sragen Bakal Perbaiki Jalan di 15 Titik pada 2025, Segini Anggaran yang Disiapkan

”Kami berharap dengan kampanye protein ikan ini, konsumsi meningkat dan harga menjadi terjangkau. Salah satu penyebab harga tinggi karena jalur distribusi. Kalau memberdayakan kearifan lokal, UMKM tumbuh dan berkembang serta harga konsumen yang kompetitif,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#ikan #protein #bupati sragen kusdinar untung yuni sukowati #sragen #produksi