Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Isu Disabilitas Jadi Topik Debat Pilkada Sragen, Ini yang Sudah Dilakukan Pemkab

Ahmad Khairudin • Jumat, 1 November 2024 | 00:26 WIB
Salah satu tempat terapi bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Gemolong. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu tempat terapi bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Gemolong. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Isu terkait disabilitas menjadi salah satu bahan debat para pasangan calon (paslon) bupati Sragen yang digelar Rabu (30/10/2024). Padahal Pemerintah Kabupaten Sragen terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, berbagai program dan bantuan telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar hingga pemberdayaan ekonomi bagi warga disabilitas.

Berdasarkan data Dinas Sosial (dinsos) Kabupaten Sragen, terdapat 7.735 penyandang disabilitas di Bumi Sukowati. Anggaran yang dialokasikan setiap tahunnya dari APBD dan bantuan pusat mencapai ratusan juta rupiah.

Dana ini digunakan untuk berbagai program, mulai dari pemberian alat bantu, terapi, hingga dukungan usaha ekonomi produktif. Tahun ini anggaran yang dikucurkan senilai Rp 480 juta untuk sejumlah program tersebut.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sragen Kusuma Adi Surya Pamungkas tidak menampik terkait bantuan belum bisa menyeluruh. Namun dengan assessment yang dilakukan, bantuan diberikan sesuai skala prioritas.

”Kami berupaya memberikan bantuan yang komprehensif, mulai dari memenuhi kebutuhan dasar seperti sembako hingga memfasilitasi terapi dan pelatihan,” ujarnya Kamis (31/10).

Dia menjelaskan seperti bantuan sosial yang diberikan, ditujukan bagi disabilitas berat yang tidak produktif, berupa uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari, pengobatan, dan nutrisi.

”Kondisinya memang tidak mungkin melakukan sesuatu yang produktif,” terangnya.

Kemudian pemberian alat bantu sesuai kebutuhan. Seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan walker. Lalu juga ada usaha ekonomi produktif (UEP) berupa bantuan modal usaha bagi disabilitas yang memiliki potensi untuk mandiri secara ekonomi.

Anggaran juga diberikan untuk fasilitasi terapi untuk anak-anak cerebral palsy (CP) di beberapa pusat terapi yang tersebar di wilayah Sragen. Terapi meliputi fisioterapi, terapi wicara, dan terapi tumbuh kembang.

”Terapi ini gratis, dari kami yang membiayai terapisnya. Di Sragen ada 4 lokasi yakni Sragen, Sambungmacan, Gondang dan Gemolong. Setiap tempat rata-rata peserta sekitar 30 orang,” jelasnya.

Dalam lima tahun terakhir, ribuan disabilitas telah terbantu melalui berbagai program yang dilaksanakan. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan belum seluruh disabilitas mendapatkan akses layanan yang sama.

”Kami terus berupaya meningkatkan cakupan layanan dan kualitas program. Selain dari APBD, kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti kementerian, lembaga swadaya masyarakat, dan donatur untuk memperluas jangkauan bantuan,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#ekonomi #Dinas Sosial (Dinsos) #disabilitas #bupati #paslon #sragen #apbd #cerebral palsy #debat #fisioterapi