Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sejumlah Kecamatan di Sragen Ditemukan Patahan Sesar Pemicu Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG

Ahmad Khairudin • Senin, 11 November 2024 | 02:03 WIB
BMKG pasang sensor pendeteksi gempa bumi di Jenar, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
BMKG pasang sensor pendeteksi gempa bumi di Jenar, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memasang alat pendeteksi gempa bumi di Jenar, Kabupaten Sragen.

Pemasangan sensor dan seismograf itu dilakukan lantaran BMKG mendeteksi adanya patahan sesar di lapisan permukaan bumi di wilayah Sragen.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Danang Hermawan menjelaskan, pemasangan sensor sudah dilakukan sekitar dua minggu ini.

”BMKG pusat ingin memasang alat untuk deteksi getaran gempa, itu udah dipasang di beberapa daerah. Lha yang terlewati patahan sesar itu daerah Sragen, untuk memperkuat data yang masuk ke BMKG itu Sragen perlu dipasang. Biar sinyalnya jernih ibaratnya seperti itu,” kata Danang, Minggu (10/11/2024).

Danang menambahkan, alasan peralatan tersebut dipasang di Sragen agar lebih akurat informasi deteksi gempa yang masuk ke BMKG. Khususnya dari daerah Sragen dan sekitarnya.

Menurut Danang, hasil koordinasi dengan BMKG dan hasil kajian risiko bencana BPBD di Sragen, ternyata ada banyak sesar-sesar patahan khusunya di utara Bengawan Solo.

Misalnya Gemolong, Kalijambe, Miri, Sukodono, Sumberlawang, Tangen, Gesi, Jenar, Plupuh, Tanon, dan Mondokan. Patahan itu ada yang sudah teridentifikasi, namun ada juga yang belum.

”Dengan dipasangnya alat seismograf itu tujuannya yang belum terdeteksi bisa terdeteksi. Ini arahnya kemana, retakan ke mana, jadi ibarat orang gambar itu udah ada kisi-kisi, ow ternyata ini jalurnya ke sini. Hanya untuk memperkuat informasi yang masuk saja,” katanya.

Perihal potensi gempa bumi di wilayah Sragen, potensinya hanya sedang. Meskipun potensi kekuatan gempa sedang namun memiliki potensi dampak yang lain yakni tanah longsor.

”Kalau untuk gempa bumi dari hasil kajian risiko bencana (gempa) di kami untuk Sragen itu kecil. Hanya untuk kekuatan gempa itu sedang tidak tinggi tidak rendah. Tapi gempa bumi itu efeknya kan bisa menyebabkan longsor, seperti di Sambirejo dan Kalijambe, wilayah sekitar itu rentan terhadap tanah longsor akibat gempa bumi,” ujar dia. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#GESI #sukodono #bengawan solo #gempa bumi #BMKG #sragen #mondokan #jenar #sumberlawang #Sesar #tangen #tanon #Miri #jawa tengah #gemolong #Patahan #plupuh #Kalijambe