RADARSOLO.COM- Proyek pembangunan Jembatan Butuh, Kecamatan Sambirejo, Sragen diterjang banjir, Senin (11/11/2024) malam hingga Selasa (12/11/2024) dini hari.
Rangka jembatan yang tengah dirakit rusak akibat derasnya debit Sungai Bengawan Solo yang naik hingga 3 meter.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Albert Pramono Susanto menjelaskan, kontraktor bertanggung jawab penuh atas musibah ini.
Meskipun pemerintah daerah berupaya agar proyek Jembatan Butuh selesai sesuai jadwal, Albert mengakui bakal ada keterlambatan akibat force majeur.
“Rangka jembatan yang sedang dirakit terbawa arus, namun belum sepenuhnya ambruk. Jika ambruk, konstruksi harus dimulai dari awal,” jelas Albert, Selasa (12/11/2024).
Diungkapkan Albert, metode pengerjaan Jembatan Butuh yang terapkan kontraktor telah melalui kajian teknis dan dirancang untuk mempercepat proses pekerjaan.
“Namun ternyata kemarin terjadi hujan luar biasa. Permukaan air Sungai Bengawan Solo naik hingga 3 meter,” terangnya.
Derasnya arus Sungai Bengawan Solo membawa berbagai material, di antaranya sampah sehingga perancah jembatan yang sudah berdiri ikut hanyut.
Pihak DPU Sragen telah mengingatkan kontraktor untuk memantau kondisi muka air Sungai Bengawan Solo di musim penghujan.
Sekaligus mengamankan material serta peralatan di lapangan.
Saat ini, progres pembangunan Jembatan Butuh telah mencapai 75 persen. Seharusnya, pada pekan ini, progres sudah berada di angka 80 persen.
“Kami akan mengejar ketertinggalan dengan mengubah metode pengerjaan. Jika sebelumnya dilakukan satu per satu, nanti akan kami percepat secara simultan,” papar Albert.
Pemkab Sragen berharap pekerjaan rangkaian Jembatan Butuh dapat selesai akhir bulan ini.
Tapi, dengan adanya insiden ini, pengerjaan akan dilakukan secara simultan untuk mengejar target yang sudah ditetapkan.
“Kami akan melakukan percepatan agar proyek tidak molor terlalu lama,” tutup Albert. (din/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono