RADARSOLO.COM – Ratusan relawan bencana dari penyandang disabilitas menggelar jambore di kabupaten Sragen dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional dan Hari Relawan Nasional.
Pertemuan ini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Apel Siaga Bencana dan Jambore Nasional Relawan Disabilitas Penanggulangan Bencana ini mendapat dukungan dari Gubernur terpilih Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Jambore berlangsung di Lapangan Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen pada Rabu dan Kamis, (4-5/12). Kegiatan mulai dari pawai motor relawan disabilitas, sarasehan pengurangan risiko bencana, simulasi penanganan darurat bencana bagi disabilitas, bakso dan lain-lain.
Calon gubernur (cagub) terpilih Ahmad Luthfi menyampaikan relawan disabilitas di Jawa Tengah terus menunjukkan semangat yang luar biasa dalam upaya penanggulangan bencana.
Keberadaan 34 kelompok disabilitas di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah menjadi bukti nyata mereka memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam pencegahan bencana.
Dia menegaskan disabilitas tangguh 2030 menjadi moto yang terus digaungkan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, target ini semakin dekat untuk dicapai.
”Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang disabilitas menjadi payung hukum yang kuat dalam upaya mewujudkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.
Bapak Asuh penyandang disabilitas ini menyampaikan dalam menghadapi bencana alam, pemerintah daerah dan provinsi telah mengutamakan langkah-langkah preventif.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan dukungan penuh dari Pemprov Jateng telah melakukan berbagai upaya kesiapsiagaan, termasuk apel kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
”Pencegahan lebih baik daripada penanganan,” tegas Luthfi. (din/adi)
Editor : Adi Pras