RADARSOLO.COM – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Sragen 2024 diklaim melampaui target.
Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen optimistis kinerja tim dan kesadaran masyarakat dalam pembayaran PBB meningkat.
Kepala BPKPD Sragen Dwiyanto menegaskan, saat ini setoran PBB sudah melampaui target.
”Target kami Rp 39 miliar, tapi sudah lebih dari Rp 40 miliar. Masih potensi tambah, dan ini masih ada waktu,” ujarnya, Minggu (8/12/2024).
Dwiyanto membeberkan, saat ini lebih dari 100 desa di Sragen telah lunas 100 persen pembayaran PBB.
Masih ada sejumlah desa yang mendekati 100 persen dan diyakini akan memenuhi target dalam waktu dekat.
”Desa yang sudah lunas PBB 100 desa lebih. Ada yang 98 persen ada 95 persen. Desa yang di pinggiran cepat, karena wajib pajak tidak besar, kalau yang kota kota ini besar, satu desa ada yang Rp 300 juta,” imbuhnya.
Melebihinya target PBB ini, menurut Dwiyanto, tak lepas dari pertumbuhan ekonomi di kabupaten Sragen yang cukup baik.
Dia mengklaim pertumbuhan ekonomi Sragen 5,2 persen lebih tinggi dari Provinsi Jawa Tengah.
”Pertumbuhan ekonomi bagus, karena pajak ada kaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di Sragen itu di atas rata-rata Jawa Tengah. Kita sekitar 5,2 itu pengaruh, ekonomi tumbuh pajak tumbuh itu udah gandengan makanya pajak naik itu karena pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya yang masih perlu didorong saat ini yakni pajak hotel, rumah makan dan restoran (horeka). Capaian sektor PBB dan horeka sedikit berbeda lantaran pajak restoran terus berkembang.
Selain PBB, potensi PAD lain yang 100 persen yakni Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Iklim investasi yang terjadi ini berpengaruh terhadap pajak dan juga BPHTB.
Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengingatkan kepada seluruh jajaran agar mengoptimalkan PAD semaksimal mungkin.
Mengingat tahun depan pemerintah pusat bekal melakukan efisiensi anggaran guna mensukseskan program makan bergizi gratis.
”Pastikan APBD 2025 efektif dan efisien karena pusat akan melakukan evaluasi menyeluruh. Pemerintah ke depan ini akan penuh evaluasi dan penuh efektif dan efisien karena beliau berpikir bagaimana memajukan bangsa kita kalau kita tidak mencerdaskan anak-anak kita di mana target Indonesia Emas 2045 harus dapat diwujudkan mulai dari pemberian gizi yang cukup bagi anak-anak,” ujarnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras