RADARSOLO.COM – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dilantik menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Sragen. Pihaknya mengaku Bumi Sukowati masih kekurangan dokter spesialis. Lowongan dokter spesialis dalam CPNS kurang diminati.
Yuni menyampaikan akan kembali berkumpul dengan rekan sejawat dokter setelah tugasnya sebagai bupati berakhir. Sebagai ketua IDI Sragen yang baru, tentu tantangan yang dihadapi berbeda dan kompleks.
”Di manapun kita ditempatkan, kita harus bisa memberikan manfaat. Bagi organisasi profesi dan masyarakat. Karena saya nggak bisa diam. Sesuai janji saya, tidak akan kemana-mana. Saya tetap akan di Sragen,” ujarnya, Kamis (12/12/2024).
Yuni menambahkan, sebagai bupati sudah meletakkan dasar arah pembangunan Sragen. Dia berharap penerus selanjutnya bisa melanjutkan. Termasuk di dunia kesehatan.
Saat ini sudah ada lebih dari 300 dokter. Termasuk 13 rumah sakit di Sragen dan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Namun, Sragen masih kekurangan dokter spesialis.
”Sebenarnya di setiap rumah sakit harus ada dokter spesialis. Seperti Rumah Sakit Sukowati, harus ada spesialis obgyn sebagai rumah sakit tipe D,” ujarnya.
Padahal setiap ada kesempatan, Pemkab Sragen membuka lowongan baik CPNS maupun PPPK di posisi dokter spesialis. Tapi dalam dua tahun terakhir ini tidak diminati.
”Butuh semacam guaranty, karena dokter spesialis disuruh babat alas di tempat yang baru berarti harus menyesuaikan diri,” ujarnya.
Sedangkan memberikan kesempatan ASN yang sudah ada dari dokter umum menempuh pendidikan dokter spesialis belum ada di Pemkab Sragen. Karena butuh biaya besar untuk pendidikan dokter spesialis. (din/adi)
Editor : Adi Pras