Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Geger Jalan Desa di Gading Sragen Terbelah Sepanjang 40 Meter Akibat Hujan Deras Berjam-jam: Tanah Amblas, Warga Pasrah

Ahmad Khairudin • Rabu, 25 Desember 2024 | 19:20 WIB
Warga Desa Gading, Kecamatan Tanon digegerkan dengan kejadian tanah ambles dan jalan terbelah usai hujan berjam-jam, Selasa (24/12) sore.
Warga Desa Gading, Kecamatan Tanon digegerkan dengan kejadian tanah ambles dan jalan terbelah usai hujan berjam-jam, Selasa (24/12) sore.

RADARSOLO.COM – Warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen geger dengan fenomena tanah amblas yang merusak jalan kampung. Jalan kampung menjadi terbelah akibat diguyur hujan selama berjam-jam, Selasa (24/12) sore.

Diketahui, akses jalan yang rusak merupakan jalan utama penghubung Dusun Cengklik RT 16 dengan Dusun Ngledok.

Berdasarkan informasi, warga setempat sudah merasakan tanda-tanda terjadinya tanah amblas di Gading sejak beberapa hari lalu.

Di antaranya ditandai dengan tanah mulai bergerak dan semakin amblas serta terbelah. Kondisi makin parah lantaran terjadi hujan deras selama berjam-jam.

Sugiyanto, warga Dusun Ngledok, Desa Gading mengatakan, tanah amblas yang terjadi di jalan penghubung kampung Cengklik dengan Ngledok memiliki kedalaman kurang lebih 30 cm.

Sementara panjang jalan yang bengkah atau terbelah sekitar 40 meter.

“Saat ini akses masyarakat terganggu. Jalan hanya bisa dilewati sepeda motor, untuk mobil tidak bisa melintas," kata Sugiyanto.

Atas kejadian ini, lanjut dia, warga hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan pemerintah agar segera bisa ditangani.

"Kalau akses hanya bisa roda dua. Harapannya segera diperbaiki pemerintah agar akses warga kembali normal," jelasnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Gadin, Gading Puryanto membenarkan kejadian tanah amblas yang meyebabkan jalan terbelah tersebut.

Tanah amblas terjadi pada Selasa (24/12) sekira pukul 16.00 WIB, saat hujan deras.

Dikatakan dia, kerusakan jalan tersebut adalah yang kedua kali dalam waktu dekat.

Situasinya hampir sama seperti tanah amblas di Gading beberapa tahun lalu.

”Kondisnya karena tanah di bawah itu lumpur, tanahnya empuk dan kena air, berpengaruh pada tanah di atas. Beberapa waktu lalu sudah ditambal, tapi tetap nggak bisa," ujar Gading.

Meski jalan rusak dan tanah amblas, namun diakui Gading, masih beruntung karena kejadian itu tak berdampak ke rumah warga.

"Alhamdulillah tidak ada rumah warga yang kena," ucap dia.

Lebih lanjut, Gading menuturkan, untuk mengatasi kondisi tanah amblas di sana, membutuhkan ahli. Karena kondisi geografis yang memang berbeda.

Sebelumnya, kata dia, dari BPBD Sragen juga sudah memantau.

”Memang untuk penanganan jangka panjang, perlu tenaga ahli. Karena memang tanah di bawah itu endut (lumpur),” tandas dia. (din/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#BPBD Sragen #tanon #jalan terbelah #jalan rusak #hujan deras #Tanah Amblas