Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Proyek Lewati Akhir Tahun, Kontraktor Pembangunan Jembatan Butuh Sragen Didenda

Ahmad Khairudin • Selasa, 31 Desember 2024 | 03:57 WIB
Komisi III DPRD Sragen sidak proyek Jembatan Butuh penghubung Masaran-Plupuh di Sungai Bengawan Solo, Senin (30/12/2024). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Komisi III DPRD Sragen sidak proyek Jembatan Butuh penghubung Masaran-Plupuh di Sungai Bengawan Solo, Senin (30/12/2024). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Jelang pergantian tahun, proyek jembatan Butuh penghubung Masaran-Plupuh tak kunjung rampung.

Kontraktor pelaksana proyek tersebut dipastikan kena denda karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak pada 31 Desember 2024.

Ketua Komisi III DPRD Sragen Sugiyarto menjelaskan, pihaknya menekankan kualitas jembatan. Mengingat jembatan ini bakal dipakai dalam waktu yang lama.

”Jembatan ini dimanfaatkan selamanya, jadi harus kualitas yang bagus,” ujarnya saat inspeksi mendadak (sidak) proyek tersebut, kemarin (30/12).

Dia menambahkan, hasil pantauan di lokasi, masih ada bagian yang kurang menyambung. Namun ada alat untuk membenahi hal tersebut.

”Saya kira setelah selesai merangkai besi, besok sudah bisa cor. Kalau soal nanti aspalya tergantung bagaimana teknisnya, karena umur cor masih belum keras,” bebernya.

Kepala DPUPR Sragen Albert Pramono Susanto menegaskan pihaknya sangat ketat memperhatikan mutu dan kualitas jembatan. Meski waktu mepet, jika belum waktunya diaspal, maka tidak akan memberi izin untuk pengaspalan.

”Maksimalkan waktu yang ada sedapatnya, sampai dimana target kita. Harapan yang paling realistis sampai pada pengecoran. Jadi pekerjaan masih meninggalkan pekerjaan aspal. Itu menjadi bagian dari keterlambatan pekerjaan,” ujarnya.

Terkait konsekuensi keterlambatan, lanjut dia, tentu akan melihat kajian dari PPK. Apakah putus kontrak atau dengan memberikan kesempatan pada penyedia jasa.

”Tentu dengan denda 1 permil dari nilai kontrak per hari, kesempatan ada 50 hari kalender, jika belum ada lagi kesempatan sampai total 90 hari kalender. Tapi menurut saya seminggu sudah selesai,” jelas dia.

Wakil Direktur CV Kurnia Jaya, Andi Kurniawan selaku pelaksana proyek menegaskan, pengecoran dilakukan Selasa (31/12/2024) besok.

”Kalau pengecoran besok selesai, berarti sudah 98,8 persen masih kurang sisanya 1,2 persen. Kami menunggu umur beton 2-3 hari, kalau meluruskan jembatan sampai nyambung nanti bisa hanya beberapa jam,” ujarnya.

Pihaknya bersyukur sampai tahap ini jembatan sudah tersambung. Padahal paska bencana yang mengakibatkan jembatan ambruk lalu, persepsi public banyak yang pesimis jembatan bakal jadi.

”Kami berikhtiar selama 1,5 bulan ini dan bisa tersambung, Alhamdulillah,” ujar dia. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #kontraktor #denda #masaran #DPUPR #sidak #DPRD Sragen #plupuh #jembatan butuh