RADARSOLO.COM - Di tengah aliran deras Sungai Bengawan Solo, berdiri megah sebuah jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Sapen.
Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Sukodono dan Sragen, sehingga menjadi jalur penting bagi masyarakat setempat.
Namun di balik itu, Jembatan Sapen menyimpan misteri yang mengerikan. Jembatan Sapen sering menjadi tempat bunuh diri.
Banyak orang yang datang ke tempat ini untuk mengakhiri hidup.
Mereka meninggalkan kesedihan dan keputusasaan di balik pagar jembatan.
Konon, arwah-arwah mereka masih bergentayangan di sekitar jembatan, mencari kedamaian yang tak pernah mereka temukan.
Selain itu, Jembatan Sapen juga sering terlihat penampakan dan bau aneh.
Warga sekitar sering melihat sosok-sosok misterius berkeliaran di sekitar jembatan, terutama pada malam hari.
Bau amis yang menyengat juga sering tercium, seolah-olah ada sesuatu yang membusuk di bawah jembatan.
Lokasi Jembatan Sapen yang dekat dengan pemakaman umum semakin menambah aura mistisnya.
Pemakaman umum ini dipenuhi dengan kuburan tua yang sudah tak terawat.
Di mana arwah-arwah penghuninya diyakini masih berkeliaran di sekitar jembatan.
Tidak jarang, jenazah hanyut ditemukan di aliran sungai di bawah Jembatan Sapen.
Jenazah-jenazah ini diduga merupakan korban bunuh diri yang melompat dari jembatan.
Kejadian ini semakin memperkuat anggapan bahwa Jembatan Sapen adalah tempat yang angker.
Meskipun demikian, Jembatan Sapen tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar.
Mereka tetap menggunakan jembatan ini untuk beraktivitas sehari-hari.
Kisah tentang Jembatan Sapen telah menjadi rahasia umum yang turun temurun di kalangan masyarakat sekitar.
"Saya pernah pas lewat malam hari, ada yang memanggil, tapi tetap fokus di jalan," ujar Yanto, warga yang sering menyebrang jembatan itu.
Dia menyampaikan ada juga yang bercerita kalau sempat melihat orang, namun tiba-tiba hilang.
Pihaknya menekankan perlunya berdoa saat perjalanan.
"Doa ketika perjalanan, agar diberi keselamatan," ujarnya.
Tokoh Masyarakat Sragen Sri Wahono menilai tak selayaknya jembatan Sapen diidentikan dengan bunuh diri.
Dia menekankan permasalahan bukan pada jembatan yang membentang di atas Bengawan Solo itu. Namun pada problematika masing-masing individu.
"Kalau masalah hal gaib, banyak tempat punya ceritanya sendiri. Tapi soal jembatan tetap pada fungsinya untuk akses masyarakat. Soal bunuh diri, di Sragen memang cukup banyak, tapi kalau melompat ke Bengawan Solo dari jembatan Sapen seingat saya terakhir sudah berberapa tahun lalu," terangnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras