Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Terpeleset ke Bengawan Solo, Pemuda asal Sidoharjo Sragen Hanyut Terbawa Arus: Begini Kondisinya

Ahmad Khairudin • Senin, 6 Januari 2025 | 22:15 WIB
Proses evakuasi remaja yang hanyut di Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Tangen, Sragen pada Senin (6/1/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Proses evakuasi remaja yang hanyut di Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Tangen, Sragen pada Senin (6/1/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Pandu Setiawan, seorang pemuda berusia 22 tahun asal Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari lalu.

Jenazah ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen pada Senin (6/1/2025).

Berdasarkan laporan Posko Siaga Bencana dan Pelayanan Ambulans 24 Jam PMI Kabupaten Sragen, pencarian terhadap Pandu dimulai sejak Minggu (5/1/2025) setelah adanya laporan dari masyarakat mengenai seorang pemuda yang hilang terseret di Sungai Bengawan Solo.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk PMI Kabupaten Sragen, BPBD Kabupaten Sragen, Polri, TNI, dan sejumlah relawan langsung melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai.

“Kondisi sungai yang cukup deras dan debit air yang tinggi sempat menyulitkan proses pencarian,” ujar Ketua PMI Kabupaten Sragen Ismail Joko Sutresno.

Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, akhirnya pada Senin pagi, jenazah Pandu berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tenggelam. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa hilangnya Pandu ini mengundang keprihatinan dari masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai saat sedang berada di sekitar bantaran sungai.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berada di sekitar sungai, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini," kata Kepala BPBD Kabupaten Sragen Triyono Putro.

Proses pencarian jenazah Pandu melibatkan berbagai pihak dan berlangsung selama beberapa hari.

Tim SAR gabungan menggunakan berbagai peralatan, seperti perahu karet dan alat selam, untuk melakukan pencarian di area yang sulit dijangkau.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pencarian jenazah Pandu. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua," tambah Triyono. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#tenggelam #pmi #remaja #evakuasi #sragen #tangen #sidoharjo