RADARSOLO.COM-Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Sragen, Sabtu (8/2/2025) sore.
Menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah.
Puskesmas Sambirejo menjadi salah satu fasilitas yang terdampak, sehingga pelayanan persalinan sementara dialihkan.
Kepala Puskesmas dr. Yeni Rahmawati membenarkan bahwa angin kencang telah merusak beberapa fasilitas puskesmas.
Termasuk plafon yang runtuh dan gangguan jaringan listrik.
“Benar, eternit di beberapa ruangan jatuh, tetapi sudah teratasi. Sementara itu, ruangan persalinan dialihkan ke lokasi lain agar pelayanan tetap berjalan,” ujar dr. Yeni, Minggu (9/2/2025).
BPBD Sragen mencatat 37 pohon tumbang, serta kerusakan pada 36 lembar asbes dan 2.620 genting akibat angin kencang. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 113.400.000.
Angin kencang ini berdampak pada empat kecamatan, yaitu:
- Kedawung
- Masaran
- Karangmalang
- Sambirejo
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sragen Triyono Putro, kerusakan meliputi pohon tumbang yang menimpa rumah, kabel listrik, dan jaringan internet, serta kerusakan atap rumah warga.
Selain itu, pendopo di Taman KEK DEWISRI roboh, dan beberapa rumah warga serta instalasi listrik juga mengalami kerusakan.
“Angin kencang ini menyebabkan gangguan pada akses jalan, arus lalu lintas, serta jaringan listrik dan internet," ujar Triyono.
"BPBD telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan untuk menangani dampak bencana ini,” lanjut dia.
Baca Juga: Irigasi di Depan Pertokoan Ditutup Cor, Petani Pengguna Air Colo Timur Mengadu ke Menteri PU
Selain kerusakan materi, angin kencang ini juga merusak beberapa fasilitas umum, seperti pendopo dan puskesmas.
BPBD Sragen mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
BPBD juga mengimbau warga untuk memangkas ranting pohon yang berpotensi tumbang, guna mencegah bahaya serupa di masa mendatang. (din/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono