RADARSOLO.COM-Sempat ditutup akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pasar hewan di Kabupaten Sragen akhirnya dibuka kembali, Rabu (19/2/2025).
Pasar yang ditutup sejak pertengahan Januari itu kini mulai ramai.
Namun pedagang diminta memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat.
Pasar hewan Nglangon, Sragen kembali ramai pada Rabu Pahing. Sejumlah pedagang dari berbagai daerah, baik dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur, sudah mulai berdatangan sejak pagi.
Mereka akhirnya bisa kembali berdagang setelah beberapa waktu tidak bisa berjualan akibat kebijakan penutupan pasar hewan untuk menekan penyebaran PMK.
Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKP3) Sragen Suparno menjelaskan, pembukaan kembali pasar hewan berdasarkan pasaran Pahing.
Sebelumnya, Pemkab Sragen menutup lima pasar hewan selama dua pekan terhitung mulai 16 Januari hingga 31 Januari 2025.
Namun, karena masih ada kasus PMK di daerah sekitar, penutupan diperpanjang hingga 15 Februari 2025.
Kebijakan penutupan ini diambil karena pasar hewan sempat sepi akibat maraknya kasus PMK.
Ada dua pasar hewan berskala besar yang ditutup, yakni Pasar Sumberlawang dan Nglangon, serta tiga pasar kambing, yaitu di Sukodono, Tanon, dan Sambirejo.
Kini, setelah pasar dibuka kembali, pedagang diwajibkan mematuhi aturan ketat demi mencegah penyebaran PMK. Hanya hewan yang benar-benar sehat yang boleh masuk ke pasar.
"Aturan seperti biasa. Kalau ada hewan yang nampak ngiler dan lemas, harus segera dibawa pulang atau diobati oleh petugas," ujar Suparno, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga: Tragis! Pria di Sragen Meninggal Dunia Akibat Sengatan Listrik di Ruang Kerjanya
Untuk memastikan kesehatan hewan yang dijual, DKP3 Sragen menurunkan petugas untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan.
Hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba diperiksa secara visual dan dilakukan tindakan inspeksi guna memastikan performa kesehatannya.
Selain itu, petugas juga melakukan disinfeksi di area pasar untuk mencegah penyebaran penyakit. (din/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono