Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bupati Sragen Sigit Pamungkas Gelar Safari Ramadan di Desa Kategori Miskin, Targetkan Bisa Jadi Desa Maju

Ahmad Khairudin • Kamis, 6 Maret 2025 | 03:27 WIB
Bupati Sragen Sigit Pamungkas (kanan) bersama Wakil Bupati Sragen Suroto serahkan bantuan ke warga Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Rabu (5/3/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas (kanan) bersama Wakil Bupati Sragen Suroto serahkan bantuan ke warga Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Rabu (5/3/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar program Safari Ramadan dengan format baru yang lebih berdampak signifikan bagi masyarakat. Sasaran kunjungan yakni desa miskin ekstrem yang dikunjungi bupati mendapatkan program percepatan.

Jika pada safari Ramadan sebelumnya, kunjungan merata di 20 kecamatan. Namun Bupati Sragen Sigit Pamungkas memiliki konsep berbeda. Kunjungan difokuskan pada desa miskin yang diharapkan punya progres pertumbuhan yang pesat.

Bupati Sigit mengatakan, kegiatan safari Ramadan ini tidak hanya sekadar ajang bertegur sapa. Tetapi juga membawa dampak positif nyata bagi warga, khususnya di wilayah tertinggal. Dalam program ini, Pemkab Sragen memfokuskan perhatian pada 21 desa miskin dari total 61 desa miskin di kabupaten tersebut.

”Kami pilih 21 desa miskin sebagai prioritas. Selama ini hanya bagi-bagi sembako, sekarang tambah dengan bantuan rumah layak huni,” ujar Bupati Sigit, Rabu (5/3/2025).

Menurut Sigit, data desa-desa tersebut sudah tercatat di dinas terkait sebagai bagian dari program integratif pengembangan ”Super Desa”. Program ini bertujuan mengubah desa-desa miskin ekstrem menjadi desa yang ”glowing” alias maju, bahkan melampaui desa-desa yang sebelumnya sudah berkembang.

”Transformasi ini kita wujudkan dengan mengintegrasikan berbagai program, seperti pembangunan jalan, penerangan, pendidikan, bantuan pendidikan, hingga dukungan untuk UMKM, yang semuanya difokuskan di 21 desa miskin pada tahun ini,” jelasnya.

Bupati Sigit juga memiliki rencana jangka panjang. Dari 61 desa miskin di Sragen, pihaknya menargetkan menangani 20 desa setiap tahun. Sehingga dalam tiga tahun ke depan seluruh desa miskin dapat terselesaikan.

”Kami ikhtiarkan, yakin bisa. Visi Indonesia Emas 2045 dengan angka kemiskinan 0,1 persen bisa dicapai lebih cepat. Kalau digarap dari kampung, bahkan bisa 0 persen,” ungkapnya.

Lebih jauh, Sigit menjelaskan, ambisinya untuk ”bringing the future” ke Sragen. ”Kami ingin menghadirkan Sragen masa depan mulai hari ini (kemarin,Red), tidak perlu menunggu hingga 2045. Desa impian yang dibayangkan untuk masa depan, diwujudkan sekarang,” tuturnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sragen. Sekaligus menjadi model transformasi desa yang dapat dicontoh daerah lain.

Dengan pendekatan terintegrasi dan fokus pada desa-desa miskin, Sragen bertekad menjadi pelopor pembangunan berbasis kampung menuju Indonesia bebas kemiskinan. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Sigit Pamungkas #Pemkab Sragen #safari ramadan #Ramadan #miskin ekstrem #umkm #Sembako #rumah layak huni