RADARSOLO.COM - Kondisi pasar Sukowati Sragen mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Pasar yang semestinya menjadi pusat ekonomi karena gabungan dari pasar Joko Tingkir, pasar Nglangon dan Kios Renteng ini justru jauh dari harapan.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas melakukan inspeksi langsung ke Pasar Sukowati pada Kamis (6/2) pagi untuk memantau kondisi pasar secara komprehensif.
Kunjungan ini dilakukan menyusul masukan dari pedagang dan asosiasi pedagang pasar yang sebelumnya telah bertemu dengan bupati.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sigit mengobservasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh 931 pedagang di pasar tersebut.
Bupati mengungkapkan, salah satu keluhan utama adalah minimnya jumlah pengunjung. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sulitnya akses parkir, pintu masuk yang terbatas hanya pada dua titik, serta tata letak blok dagangan yang tidak sesuai dengan karakter barang yang dijual.
"Zonasi kios kurang tepat, ada kebocoran, keluhan panas, dan sirkulasi udara yang buruk. Ini semua akan kami rapikan agar pasar kembali ramai," ujar Sigit.
Selain itu, banyak kios di Pasar Sukowati masih kosong. Menurut bupati, hal ini juga berkaitan dengan tata letak dan peruntukan kios yang kurang optimal.
"Kami akan pikirkan solusinya, mungkin dengan memindahkan blok atau memperbaiki sirkulasi udara. Kami cari kebijakan yang paling pas agar semua kios bisa efektif untuk transaksi," tambahnya.
Salah satu aspirasi utama pedagang yang telah lama disuarakan adalah pembukaan palang parkir otomatis.
Menanggapi hal ini, bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menggelar rapat dan memutuskan untuk membuka palang parkir serta menggratiskannya selama dua bulan ke depan.
"Keputusan ini kami ambil untuk memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran agar pedagang bisa pulih dari kerugian yang dialami selama ini," jelas Sigit.
Dia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk dukungan langsung kepada masyarakat.
"Pendapatan daerah memang berkurang, tapi ini bukan rugi. Fokus kami adalah kesejahteraan masyarakat. Keuntungan yang biasanya ditarik ke pemerintah kini langsung diberikan kepada pedagang dan masyarakat," katanya.
Setelah dua bulan, kebijakan ini akan dievaluasi. Palang parkir otomatis akan kembali diberlakukan secara normal, namun dengan harapan masyarakat sudah terbiasa dan merasa nyaman berkunjung ke Pasar Sukowati.
"Banyak yang takut dengan palang karena belum terbiasa. Dua bulan ini jadi masa transisi agar mereka tahu kondisi pasar aman dan nyaman. Keamanan parkir juga akan kami perhatikan dengan menyiagakan petugas untuk mengendalikan sirkulasi dan kontrol," pungkas bupati. (din/adi)
Editor : Adi Pras