RADARSOLO.COM – Sebuah kecelakaan tunggal yang tragis terjadi di Jalan Desa Sidokerto, Dukuh Pencol, Kecamatan Plupuh, Sragen, pada Rabu (19/3) pukul 11.30 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu anak mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia adalah pasangan suami istri, Loso (49) dan Sumarti (46), warga Dukuh Butuh RT 08, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh.
Menurut laporan, Loso mengalami luka parah, termasuk perdarahan dari mulut dan telinga, patah tulang tertutup di leher, dan patah tulang terbuka di tangan kanan.
Sedangkan Sumarti mengalami luka sobek di dahi sepanjang 10 cm, patah tulang di leher, dan patah tulang tertutup di kaki kanan.
Anak Selamat, Mengalami Luka Ringan
Putra mereka, Reza Alfarizi (8), selamat dalam kecelakaan tersebut, meski mengalami luka lecet di dahi hingga hidung.
Ia dalam kondisi sadar dan langsung dievakuasi ke UGD Puskesmas Plupuh II oleh warga sebelum petugas tiba.
Tim medis dan kepolisian tiba di lokasi pada pukul 11.38 WIB. Saat dilakukan pengecekan, pasangan suami istri tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Setelah dilakukan olah TKP oleh kepolisian, jenazah Loso dan Sumarti dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soeratno Gemolong menggunakan ambulans dari Puskesmas Plupuh II dan Ambulans Naufal Peduli.
Kapolsek Plupuh, AKP Suparno, membenarkan adanya kecelakaan maut ini. Namun, karena merupakan kecelakaan tunggal, laporan lebih lanjut ditangani oleh Satlantas Polres Sragen.
"Benar, kejadian ini terjadi di jembatan dan mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Proses laporan ditangani oleh Satlantas Polres Sragen," ujar AKP Suparno.
Perangkat Desa Gedongan, Agus Mulyadi, mengungkapkan bahwa korban sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di kompleks wisata religi Makam Butuh.
"Saat kejadian, korban membawa banyak ikan, kemungkinan dari pasar," ujar Agus.
Ia juga menyampaikan bahwa anak korban kemungkinan akan diasuh oleh neneknya, mengingat kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
"Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," tutupnya. (dam)
Editor : Damianus Bram