Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Museum Manusia Purba Sangiran Sambut Libur Lebaran dengan Program Khusus

Ahmad Khairudin • Rabu, 2 April 2025 | 16:25 WIB
LENGKAP: Replika yang menceritakan peneliti lokal hingga mancanegara melakukan penggalian lokasi ditemukannya fosil purbakala di Sangiran.
LENGKAP: Replika yang menceritakan peneliti lokal hingga mancanegara melakukan penggalian lokasi ditemukannya fosil purbakala di Sangiran.

RADARSOLO.COM - Museum Manusia Purba Sangiran bersiap menyambut wisatawan selama libur Lebaran.

Berdasarkan informasi dari pengelola, museum ini akan tutup pada H-1, Hari H, dan H+1 Lebaran.

Namun akan kembali beroperasi mulai H+2 Lebaran, setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00.

Penanggungjawab Unit Situs Manusia Purba Sangiran Marlia Yulianti menjelaskan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung.

”Kami ingin wisatawan bisa belajar sekaligus menikmati keindahan sejarah Sangiran,” ujarnya.

Dia menyebut harga tiket masuk pun cukup terjangkau. Untuk Klaster Krikilan, Ngebung, dan Bukuran, tiket dibanderol Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan asing.

Sedangkan Klaster Manyarejo hanya Rp 5.000 dan Rp 20.000 untuk wisatawan manca negara. Demikian juga Klaster Dayu di wilayah Kabupaten Karanganyar juga Rp  5.000.

Meski belum ada program khusus untuk libur Lebaran, dia menyebut sedang mengembangkan wisata edukasi bertajuk

”Jejak Langkah Pitarah”. Program ini mengajak pengunjung menjelajahi Sangiran secara menyeluruh.

”Saat ini kami sedang mencoba untuk mengembangkan sebuah layanan bertajuk Jejak Langkah Pitarah. Sebuah program layanan wisata edukasi yang mengajak untuk menjelajahi Sangiran, baik ke museum maupun lokasi-lokasi penting yang ada di Sangiran. Semoga program layanan ini dapat segera kami launching,” ungkapnya.

Di sektor pengembangan pariwisata, Sangiran juga berkoordinasi dengan Badan Otorita Borobudur (BOB).

Marlia menjelaskan, Sangiran bukan bagian dari BOB, tetapi termasuk dalam kawasan koordinatif untuk rencana induk pariwisata terintegrasi di wilayah Solo, Sangiran, dan sekitarnya.

”Peningkatan SDM masyarakat sudah dilakukan melalui pelatihan CHSE, perhotelan, dan UMKM,” tuturnya.

Dengan sejarah yang kaya dan keindahan alamnya, Museum Sangiran siap menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik bagi keluarga selama libur Lebaran. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#lebaran #Museum Manusia Purba Sangiran #sangiran #wisata