Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Libur Lebaran, Wisata Sragen Raup 12.000 Pengunjung, Tapi Masih Kalah Populer dari Sendang Kun Gerit

Ahmad Khairudin • Kamis, 10 April 2025 | 01:19 WIB

RADARSOLO.COM – Selama periode libur Lebaran 2025, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen mencatat total 12.000 pengunjung di sejumlah destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah maupun desa.

Destinasi tersebut meliputi Gunung Kemukus, Situs Sangiran, Pemandian Bayanan, hingga Kolam Renang Kartika.

Namun jika dibandingkan, angka tersebut masih kalah jauh dari kunjungan ke Sendang Kun Gerit, wisata air yang dikelola oleh BUMDes Desa Kunjung Gerit, Gemolong, yang mencapai tiga kali lipat lebih banyak.

Kepala Disparpora Sragen, Joko Hendang Murdhono, menyebut total pendapatan dari sektor wisata selama 21 Maret hingga 7 April 2025 mencapai Rp 127.186.000.

Lonjakan kunjungan terjadi usai Idul Fitri, terutama antara 1–7 April, dengan puncak kunjungan pada 2–6 April.

“Tanggal 21 Maret hanya sekitar 85 pengunjung. Setelah Lebaran baru melonjak signifikan,” kata Joko, Rabu (9/4/2025).

Meski ada peningkatan, Joko mengakui bahwa destinasi wisata yang dikelola pemerintah masih kalah bersaing dibandingkan dengan yang dikelola oleh BUMDes atau swasta.

“Fasilitas wisata milik BUMDes lebih berkembang karena investasi langsung dari masyarakat. Pemerintah desa hanya menyumbang sebagian kecil modal,” ujarnya.

Sendang Kun Gerit menjadi contoh sukses pengelolaan wisata oleh masyarakat. Kolam kecek (keceh) yang dikembangkan BUMDes itu menyedot ribuan pengunjung per hari dan menjadi favorit keluarga selama libur Lebaran.

Sebaliknya, DTW (Daerah Tujuan Wisata) milik Pemkab Sragen masih menghadapi banyak tantangan.

Seperti Gunung Kemukus yang dirasa kurang nyaman untuk wisata keluarga di siang hari karena cuaca panas.

Lalu Pemandian Bayanan memiliki potensi wisata outbond, namun terkendala pengembangan sarana dan prasarana akibat keterbatasan anggaran.

Kolam Renang Kartika juga masih membutuhkan sentuhan perbaikan dan promosi.

Untuk Situs Sangiran, pola kunjungan lebih bersifat edukatif dan jarang dikunjungi secara berulang, berbeda dengan destinasi wisata air atau hiburan.

“Wisata edukasi seperti Sangiran umumnya hanya dikunjungi sekali. Beda dengan kolam renang yang bisa ramai setiap pekan,” tutup Joko. (din)

Editor : Damianus Bram
#Gunung Kemukus #sangiran #Wisata Sragen #libur lebaran #Sendang Kun Gerit