Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Geger! Pria Ditemukan Tewas Akhiri Hidup di Kost Karangmalang, Tinggalkan Anak Balita

Ahmad Khairudin • Kamis, 10 April 2025 | 23:19 WIB
Kepolisian melakukan olah TKP penemuan jenazah pria gantung diri di rumah kost Kampung Kroyo, Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, pada Rabu (9/4/2025).
Kepolisian melakukan olah TKP penemuan jenazah pria gantung diri di rumah kost Kampung Kroyo, Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, pada Rabu (9/4/2025).

RADARSOLO.COM – Warga Kampung Kroyo, Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen, digegerkan dengan penemuan pria tewas gantung diri di sebuah rumah kost pada Rabu (9/4/2025) malam.

Tragisnya, korban meninggalkan seorang anak perempuan berusia 5 tahun di dalam kamar.

Kapolsek Karangmalang Iptu Joni Kurniawan menjelaskan bahwa korban bernama Wagiman, 65, warga Dukuh Klayu, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan.

Kejadian ini berlangsung di Kamar No. 14, Rumah Kost Cakra, sekitar pukul 21.00 WIB.

Pelapor dalam peristiwa ini adalah Sugito, 50, seorang anggota TNI, yang hendak meminta identitas penghuni baru kost tersebut.

Saat membuka pintu kamar yang sedikit terbuka, Sugito mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar mandi menggunakan kain sprei hijau.

"Barang bukti yang kami amankan antara lain satu sprei hijau, kaos biru, celana pendek hitam, satu ponsel, serta surat-surat penting milik korban seperti BPKB, buku nikah, SIM, dan STNK," jelas Iptu Joni.

Di dalam kamar, turut ditemukan seorang anak perempuan berinisial F yang merupakan anak kandung korban.

Anak tersebut langsung diamankan ke Polsek Karangmalang dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Tim medis memperkirakan korban meninggal kurang dari delapan jam sebelum ditemukan. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda kekerasan, namun terdapat cairan keluar dari kemaluan, lidah tidak menjulur, dan tidak ditemukan kotoran keluar.

"Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah," imbuh Kapolsek.

Jenazah Wagiman telah diserahkan ke keluarga di Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, untuk dimakamkan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui baru saja kehilangan istrinya dan menunjukkan gejala depresi berat.

Ia bahkan sempat mencoba bunuh diri dengan meminum racun tikus namun berhasil dicegah.

Iptu Joni Kurniawan mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan emosional untuk segera mencari bantuan profesional atau menghubungi layanan kesehatan mental terdekat. (din)

Editor : Damianus Bram
#akhiri hidup #sragen #gantung diri #depresi