RADARSOLO.COM – Sejumlah warga di Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, mengeluhkan dugaan pencemaran limbah air dari operasional PT CP.
Limbah yang dibuang ke saluran air ini diduga berdampak negatif pada lahan pertanian, termasuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.
Keluhan ini menguatkan pentingnya tindakan pengecekan dari instansi terkait, untuk memastikan sistem pengelolaan limbah perusahaan agar tidak mencemari lingkungan atau merugikan masyarakat sekitar.
Salah satu warga, Ginaryo, seorang petani asal RT 9, menyebutkan bahwa air berbau tidak sedap kerap muncul di saluran irigasi setelah waktu Maghrib hingga malam hari.
“Kalau malam, air yang keluar berbau. Tapi siang hari airnya tampak baik,” ungkap Ginaryo saat ditemui Radar Solo.
Ia menambahkan, sejak beberapa tahun terakhir, lahannya sempat tergenang air limbah hingga tiga tahun, menyebabkan tanaman sulit tumbuh dan gagal panen.
Ginaryo juga menduga bau menyengat tersebut berasal dari pengolahan limbah bangkai unggas yang dilakukan oleh perusahaan pada waktu-waktu tertentu.
Kondisi ini diperparah saat musim hujan. Genangan air semakin luas dan menciptakan lingkungan lembap yang memicu populasi nyamuk, sehingga mengganggu kenyamanan warga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pagak Solekan, mengaku belum menerima laporan resmi dari warga terkait dugaan pencemaran atau genangan air limbah di lahan pertanian.
“Saya belum dengar aduan soal itu. Nanti saya cek ke Pak RT,” ujar Solekan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen Ilham Kurniawan, menegaskan bahwa PT CP telah mengantongi izin operasional secara resmi.
“Izin kegiatan mereka untuk rumah potong dan pengepakan daging unggas. Nomor izinnya 10120,” jelas Ilham.
Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan mengenai keluhan warga tersebut.
Dugaan pencemaran limbah ini menjadi perhatian serius warga Desa Pagak, yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Warga berharap pemerintah dan dinas terkait segera melakukan investigasi untuk menghindari kerusakan lingkungan jangka panjang dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. (din)
Editor : Damianus Bram