Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Di Luar Dugaan, Begini Respons Orang Tua yang Seragam Sekolah Anaknya Dipotong Guru di Sekolah

Ahmad Khairudin • Selasa, 22 April 2025 | 22:15 WIB
Tangkapan layar Video guru SMP 5 PGRI Sukodono Sragen yang memotong seragam sekolah muridnya.
Tangkapan layar Video guru SMP 5 PGRI Sukodono Sragen yang memotong seragam sekolah muridnya.

RADARSOLO.COM- Guru SMP di Sragen memotong seragam sekolah yang dikenakan siswanya.

Tindakan tegas tersebut direkam dan videonya viral di media sosial.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di SMP PGRI 5 Sukodono, Sragen.

Adapun guru yang memotong seragam sekolah siswanya adalah Anggrek Anggrayani yang merupakan guru mata pelajaran kesiswaan, seni budaya, dan PPKn.

Dalam penjelasan yang disampaikan Anggrek, Selasa (22/4/2025), keputusan memotong seragam sekolah siswanya bukan tanpa alasan.

Ternyata di seragam sekolah tersebut ada tulisan tangan berisi kekecawaan siswa bersangkutan terhadap kekasihnya.

Diguntingnya seragam sekolah siswa sengaja didokumentasikan dengan tujuan untuk memberikan peringatan kepada siswa lainnya.

Menariknya, pasca-kejadian ini, Anggrek mencatat adanya perubahan positif pada perilaku siswa bersangkutan.

"Dia lebih disiplin mengikuti aturan sekolah," kata Anggrek di sekolah setempat.
Kepala SMP PGRI 5 Sukodono Sutardi menjelaskan, pemotongan seragam sekolah terjadi pada 17 Februari 2025.

Sutardi menegaskan, keputusan tersebut bukan inisiatif sepihak dari guru, melainkan atas izin dan bahkan permintaan dari orang tua siswa.
"Siswa ini sudah memiliki 8-9 catatan pelanggaran, termasuk bolos dan perilaku lainnya,” ungkap Sutardi.

“Orang tua sudah lama berkomunikasi dengan sekolah dan meminta agar seragam lama yang penuh coretan itu dipotong agar tidak dipakai lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Deretan Kasus Dugaan Keracunan setelah Konsumsi Menu MBG, Terbaru Siswa dari 2 Sekolah di Cianjur

Sementara itu, DA, ayah siswa bersangkutan mengamini bahwa istrinya telah dihubungi oleh guru dan memberikan izin untuk memotong seragam sekolah anaknya.

"Anak saya ini bandel, bahkan sempat dikeluarkan dari sekolah sebelumnya. Kalau dinasihati diam, tapi tidak dijalankan," ungkap DA.

Meski sering melanggar aturan, DA menyebut anak kedua dari tiga bersaudara itu berprestasi akademik. "Istilah jawanya ndableg," pungkasnya. (din/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#digunting #dipotong #sragen #Seragam Sekolah #smp pgri 5 sukodono