Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Waduk Kedungombo Meminta Tumbal, Bapak dan Anak asal Sragen Meninggal karena Perahunya Terbalik saat Mencari Ikan

Ahmad Khairudin • Selasa, 29 April 2025 | 22:38 WIB
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian bapak-anak yang tenggelam di Waduk Kedungombo, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Selasa (29/4/2025). Satu orang belum ditemukan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian bapak-anak yang tenggelam di Waduk Kedungombo, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Selasa (29/4/2025). Satu orang belum ditemukan. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dua nelayan asal Kabupaten Sragen tenggelam di perairan Waduk Kedung Ombo (WKO), Selasa (29/4/2025).

Korban yang merupakan ayah dan anak menjadi tumbal WKO saat mencari nafkah. Mereka tercebur ke air setelah perahu yang ditumpangi terguling akibat kelebihan muatan.

Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, kecelakaan air itu terjadi sekitar pukul 09.00. Kedua nelayan bernama Amin Legimin, 55; dan Fida Amri Friudin, 25, warga Gunungsono, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Musibah itu terjadi saat mereka akan memasang pemberat keramba di tengah waduk dengan batu.

Kapolsek Miri Polres Sragen Iptu Suprayitno saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya bersama tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian.

”Kejadian di tengah, di karamba itu. Perahu goleng (terguling,Red),” kata Suprayitno mewakili Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi.

Kapolsek menjelaskan, perahu yang ditumpangi kedua korban bermuatan batu tiga sak. Batu tersebut akan digunakan untuk pemberat keramba agar tidak hanyut terseret arus. Diduga perahu overload sehingga tenggelam.

”Perahunya overload muatan batu tiga karung, sekarung itu isinya 50 kilogram. Itu mau mbandul (pemberat,Red) keramba, pakai tali dilempar perahu gak seimbang akhirnya terbalik,” bebernya.

Upaya pencarian melibatkan personel dari BPBD Sragen, Basarnas, SAR MTA, SAR UNS dan beberapa unsur relawan.

Koordinasi Pos Basarnas, Gohan Wijayana mengatakan, satu orang yakni Fida Amri sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

”Kejadiannya pukul 09.00. Sudah ketemu satu, yang ketemu anaknya. Bapaknya belum ketemu,” jelas Gohan.

Dia mengatakan anaknya ditemukan sekira pukul 11.00. Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.

Nggak jauh dari lokasi ketemunya dekat lokasi jatuh. Yang anaknya ketemu dipancing sama masyarakat,” ucapnya.

Sedangkan pencarian terus dilakukan dengan metode menyelam. Penyelaman, kata dia, dilakukan sedalam 20 meter.

”Metode penyelaman karena pasti penyelaman. Kurang lebih kedalaman 20-an meter. Mungkin setelah ini dilakukan penyelaman, ini koordinasi terlebih dahulu,” terangnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#keramba #tenggelam #sar #sragen #Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi #nelayan #Miri #waduk Kedungombo