Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sekolah di Sragen Gencar Sosialisasikan Senam Sejak Dini di Era Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Ahmad Khairudin • Minggu, 18 Mei 2025 | 22:35 WIB
Lomba senam Anak Indonesia Hebat dalam rangka HUT IGTKI-PGRI ke-75 Kabupaten Sragen, Sabtu (17/5/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Lomba senam Anak Indonesia Hebat dalam rangka HUT IGTKI-PGRI ke-75 Kabupaten Sragen, Sabtu (17/5/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Insan pendidikan di Kabupaten Sragen tengah gencar untuk mensosialisasikan dan pembiasaan senam anak Indonesia Hebat yang digagas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Pembiasaan senam ini diajarkan sejak usia dini hingga SMP.

Ketua Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Sragen Ida Ariani menyampaikan, dalam momentum HUT IGTKI-PGRI ke-75, menggelar lomba senam Anak Indonesia Hebat pada Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan ini melibatkan 260 guru dari 20 kecamatan dan undangan.

Ida menyampaikan, senam memang baru dikenalkan sejak Menteri Pendidikan berganti.

Tujuannya tentu membiasakan anak untuk hidup sehat dan didorong tetap bugar.

”Jadi memang setiap hari untuk anak TK, setiap akan masuk kelas ada senam,” ujarnya.

Dia menilai pembiasaan senam ini membantu tumbuh kembang anak. Ida menambahkan guru pun tidak kesulitan menerapkan meski ada perubahan gerakan.

Pihaknya juga mempertimbangkan menggelar lomba senam ini di tingkat kabupaten untuk peserta anak.

”Insyaallah ada, tapi saat ini masih diinisiasi tingkat kecamatan,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Usia Dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Suwarno menyampaikan, senam ini wajib dilaksanakan untuk anak di jenjang TK. SD hingga SMP.

"Jadi program bapak Menteri yang baru, harapannya generasi bangsa yang sehat,” ujarnya.

Dia menambahkan, ada gerakan yang berbeda dari senam sebelumnya. Namun pada dasarnya gerakan tersebut tujuannya sama.

Hanya menyesuaikan dengan program Pendidikan yang baru.

”Kalau di sekolah minimal seminggu digelar tiga kali, jadi bakal cepat hafal gerakannya,” terangnya.

Suwarno menyebut senam ini sudah gencar disosialisasi sejak awal 2025. Lantas terus dimonitoring dan evaluasi di sekolah. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Disdikbud #senam #guru tk #abdul mu'ti #sragen #smp