RADARSOLO.COM – Aksi demo besar-besaran pengemudi ojek online (ojol) yang berlangsung pada Selasa (20/5/2025), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini tidak terjadi di Sragen.
Aksi demo ojol ini menjadi sorotan karena menuntut perbaikan tarif, kesejahteraan, dan kondisi kerja yang lebih baik.
Namun para pengemudi ojol di Sragen tetap mendukung dengan doa. Sebagian besar dari mereka tetap aktif mencari orderan demi menghidupi keluarga.
Ketua Komunitas Gabungan Bikers Sukowati (GBS), Totok "Gondrong" Samanto menyampaikan sikap terkait aksi para driver ojol.
Totok menyatakan dukungan terhadap perjuangan rekan-rekan ojol.
Namun komunitasnya di Sragen memilih untuk tetap beroperasi (onbid) dan tidak ikut dalam aksi offbid masal.
"Kami mendukung aksi demo dengan doa, semoga berjalan lancar dan tuntutan teman-teman ojol dapat terpenuhi," ujar Totok.
Dia menegaskan anggota GBS di Sragen memprioritaskan kebutuhan keluarga sebagai alasan untuk tetap bekerja.
Jumlah anggotanya saat ini sekitar 168 orang driver.
"Kami memilih tetap onbid karena mencukupi kebutuhan keluarga lebih utama," tambahnya.
Totok juga menyampaikan harapan agar aspirasi pengemudi ojol dapat disalurkan melalui dialog yang difasilitasi pemerintah.
Sehingga tidak perlu menggelar demo atau offbid masal.
"Kami berharap ada solusi melalui diskusi yang konstruktif tanpa harus mengganggu operasional," ungkapnya.
Berdasarkan data yang dilaporkan Totok ke Dinas Perhubungan (Dishub) pada tahun 2024, jumlah pengemudi ojol di Sragen mencapai sekitar 600 driver, yang terdiri dari mitra Gojek, Grab, Maxim, dan ShopeeFood.
Dari jumlah tersebut, sekitar 200-300 driver aktif beroperasi, tersebar di wilayah Sragen Kota, Gemolong, Masaran, serta sebagian berpindah ke Solo dan Jogja untuk mencari order. (din/adi)
Editor : Adi Pras