Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perguruan Silat di Sragen Bakal Digandeng untuk Sukseskan Program KB, Ini Caranya

Ahmad Khairudin • Rabu, 21 Mei 2025 | 02:50 WIB

 

Salah satu pengisi materi pelatihan menunjukan cara menilai aturan pencak silat
Salah satu pengisi materi pelatihan menunjukan cara menilai aturan pencak silat

RADARSOLO.COM – Masyarakat sempat heboh dengan seruan vasektomi bagi masyarakat yang kurang mampu oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Terkait hal tersebut, perlu pemahaman yang lebih jelas ke masyarakat. Lantaran ada kontrasepsi pilihan lain bagi laki-laki.

Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Suwanto menjelaskan, sebenarnya soal vasektomi ini aman dan tidak akan menimbulkan masalah keperkasaan. Namun dia menilai wajar jika saat ini masih banyak yang khawatir.

Selain itu, di lapangan, alat kontrasepsi identik yang digunakan oleh ibu-ibu. Tetapi hambatan di lapangan juga beragam.

Mulai masalah hormonal, hingga masalah prinsip-prinsip tertentu hingga khawatir dalam penggunaan alat kontrasepsi. Dia menyebut ada opsi alat kontrasepsi yang digunakan oleh kaum adam.

”Jika dari ibu-ibu khawatir masalah hormonal dan sebagainya, kesadaraan untuk keluarga berencana bisa dari pihak suami,” terangnya kepada Radarsolo.com, Selasa (20/5/2025).

Dia menjelaskan, khususnya bagi warga yang kurang mampu untuk perlu lebih gencar disosialisasikan menggunakan kondom.

Sehingga ada opsi lain selain vasektomi yang banyak diributkan di media sosial maupun masyarakat.

”Bagi warga yang kurang mampu sebenarnya banyak kondom gratis di faskes maupun menghubungi penyuluh,” terang Suwanto.

Dengan kondisi sosial masyarakat Sragen saat ini, pihaknya berencana menggandeng perguruan silat untuk program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Dia menjelaskan, program dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN ini untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga.

Program ini mendorong ayah untuk hadir, aktif, dan menjadi teladan dalam pengasuhan anak serta pendampingan remaja.

”Kalau di Sragen memang banyak perguruan silat, dan pengurusnya tentu banyak dari laki-laki. Jadi kami harapkan keteladanan perguruan silat ini sebagai penyambung program keluarga berencana,” jelasnya.

Selain itu, perguruan silat di Sragen diyakini mampu memberikan sosialisasi yang efektif. Mengingat banyaknya anggota perguruan silat atau warga Sragen yang masuk sebagai anggota perguruan silat. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#vasektomi #Keluarga Berencana #sragen #Penyuluh Keluarga Berencana #jenar #pencak silat #KB