RADARSOLO.COM – Malam ini, di seluruh penjuru Kabupaten Sragen melakukan sebuah tradisi sarat makna. Bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah malam tirakatan yang menghangatkan menyambut Hari Jadi Ke-279 Kabupaten Sragen.
Mulai malam tirakatan di Petilasan Pendopo Mangkubumi di Desa Krikilan, Masaran, hingga ke sudut-sudut desa dan bahkan di setiap RT, semangat kebersamaan terpancar jelas. Termasuk di RT 17 Dukuh Kendal, Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal.
Di desa, jalanan kampung mendadak menjadi pusat kehangatan. Tua, muda, bahkan anak-anak berbaur, tumpah ruah dalam suasana guyub.
Mereka antusias mengikuti setiap rangkaian acara, dari pembukaan yang khidmat, sambutan ramah dari ketua RT, hingga pembacaan sejarah singkat Kabupaten Sragen yang menumbuhkan rasa bangga.
Puncak acara yang ditunggu-tunggu adalah pemotongan tumpeng, simbol syukur dan harapan yang terangkai dalam doa.
Tak hanya di tingkat kampung, Pemerintah Kabupaten Sragen sendiri juga menggelar malam tirakatan di lokasi sarat sejarah, Pendopo Petilasan Mangkubumi.
Sekda Sragen Hargianto menjelaskan, malam tirakatan ini dipusatkan di Desa Krikilan, Masaran pada Senin (26/5/2025) malam.
”Puncaknya ada tumpeng di Kantor Pemda Terpadu Sragen," ujarnya.
Dia menambahkan, malam tirakatan ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga merajut asa untuk masa depan Bumi Sukowati yang lebih baik.
"Sragen adalah rumah bagi setiap warganya, yang bersama-sama membangun dan menjaga Sragen yang kita cintai ini," ujarnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras