RADARSOLO.COM – Isu strategis di Kabupaten Sragen cukup beragam, mulai dari efisiensi anggaran pusat hingga harapan pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Suroto mengakui penetapan anggaran tahun ini menjadi kompleks akibat adanya efisiensi besar-besaran secara nasional.
Hal ini berdampak signifikan, terutama pada sektor infrastruktur yang alokasi anggarannya bisa mencapai Rp 48-50 miliar.
”Yang kami maksud efisiensi yang besar-besaran secara nasional. Di bidang infrastruktur saja sampai mencapai Rp 48-50 miliar, kita tidak bisa bayangkan. Harusnya bisa menyelesaikan infrastruktur harapan warga Sragen, ternyata yang terjadi seperti ini,” ungkap Suroto, kemarin (9/6).
Dia menambahkan, kondisi ini membuat pemerintah daerah harus lebih tanggap dan proaktif dalam mencari dukungan dari pusat, termasuk dari BUMN melalui program CSR.
Sebagai contoh, ada BUMN telah memberikan dukungan melalui program CSR di daerah Juwok.
Dia juga menyoroti rencana kehadiran Wakil Presiden ke Sragen yang diharapkan membawa berkah.
Seperti bantuan sumur dalam untuk infrastruktur air bersih di 16 titik di Utara Bengawan, serta bantuan untuk 76 keluarga di desa miskin.
Sementara itu dalam hal pengentasan kemiskinan, dia menyebut masih ada 61 desa di Sragen tergolong miskin.
”Target penyelesaian dalam tiga tahun atau sekitar 20 desa setiap tahunnya,” jelasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras