Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Unik, Replika Hewan Purba Bakal Dipajang di Kantor Bupati Sragen: Bahan Bakunya di Luar Nalar

Ahmad Khairudin • Rabu, 11 Juni 2025 | 22:54 WIB
Sejumlah warga Desa Krikilan, Kecamatan Sangiran, Sragen memproduksi replika hewan purba. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Sejumlah warga Desa Krikilan, Kecamatan Sangiran, Sragen memproduksi replika hewan purba. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Masyarakat Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen tengah sibuk mengerjakan pesanan replika hewan purba.

Pesanan khusus itu permintaan dari Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Mencakup replika manusia purba, udang, dan kepiting yang rencananya akan digunakan sebagai pajangan di kantor Bupati Sragen.

Karya replika ini menjadi bukti kreativitas masyarakat Krikilan dalam melestarikan budaya lokal. Sekaligus mendukung promosi wisata Sangiran yang dikenal sebagai situs warisan dunia.

Sekretaris Desa Krikilan, Aris Rustyoko menjelaskna, keunikan dari replika ini terbuat dari bahan dasar Jerami. Pesanan ini bermula saat Bupati Sigit berkunjung ke desa tersebut.

Ketertarikan bupati muncul setelah melihat replika jerami berbentuk gajah dan kerbau yang dipamerkan pada pentas seni peringatan HUT Sragen, 3 Mei lalu. Kala itu, Desa Krikilan mewakili Kecamatan Kalijambe dalam acara tersebut.

”Bupati tertarik dengan replika itu dan bertanya soal biaya pembuatan. Kami taksir satu replika sekitar Rp 3 juta,” ungkap Aris, Rabu (11/6/2025).

Atas pesanan bupati, tiga rukun tetangga (RT) di Desa Krikilan dikoordinasikan untuk masing-masing membuat satu replika jerami, yakni manusia purba, udang, dan kepiting.

Replika manusia purba dibuat mengikuti konsep The Land of Java Man, yang menjadi ciri khas kawasan Sangiran.

”Hasil replika nantinya akan dikirim ke Sragen untuk dipajang, tapi saya belum tahu di dinas mana,” kata Aris.

Meski pesanan diterima sejak Mei, pembuatan replika baru dimulai belakangan karena kendala ketersediaan bahan baku Jerami.

”Kemarin belum musim panen, jadi bahan baku sulit didapat. Sekarang sudah masuk musim panen, jadi lebih mudah,” jelasnya.

Proses pembuatan diperkirakan selesai akhir bulan ini, dengan modal awal berasal dari masyarakat yang bekerja secara gotong royong.

”Soal pembayaran dari bupati belum, kami pakai modal masyarakat dulu,” tambah Aris.

Terkait keawetan, Aris menjelaskan bahwa replika jerami bisa bertahan lama jika ditempatkan di dalam ruangan.

”Kalau di ruangan, bisa awet tahunan. Tapi kalau di luar, kena panas dan hujan, paling hanya bertahan enam bulan,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#replika #sragen #hewan purba #Museum Sangiran #manusia purba #Kalijambe