RADARSOLO.COM – Ratusan calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen mendapatkan pembekalan di GOR Diponegoro, Minggu (15/6/2025).
Ketua PSHT Cabang Sragen atau PSHT P16 Suwanto menyampaikan dalam kegiatan ini, mereka dibekali wawasan kebangsaan.
Sebagai upaya menghapus stigma pesilat selama ini, PSHT Cabang Sragen didapuk menjadi orang tua asuh anak stunting. Hal ini bermitra dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Selain itu pada kesempatan tersebut juga dilantik pengurus Ranting PSHT se Sragen, Pengurus Pusat Informasi Konseling (PIK) dan pelantikan relawan Joyo Gendelo Rescue PSHT cabang Sragen.
”Selain itu ada pembekalan UMKM, donor darah dan seni budaya. Alhamdulillah dihadiri ketua umum langsung, untuk mensuport pembekalan adik-adik ini,” ujarnya.
Disinggung potensi keributan pada momentum pengesahan warga PSHT, Suwanto memastikan pihaknya komitmen menjaga ketertiban. Selama ini sudah ada upaya membangun citra perguruan silat yang kondusif.
”Setiap ada kegiatan pencak silat di Sragen menjadi momok di masyarakat, sebentar lagi Suro, warga takut keluar, tidak seperti itu. Justu kami membangun bahwa kita membuat kegiatan positif untuk masyarakat,” ujar dia.
Demikian juga dengan perguruan silat lain. Di Sragen ada 17 perguruan silat yang sudah bersinergi. Dalam kegiatan kami tadi semua perguruan juga hadir.
”Termasuk kita menjadi ayah asuh stunting di Sragen," ujarnya.
Pihaknya menyampaikan perkiraan warga yang akan disahkan sekitar 800-1000 orang. Sedangkan yang menerima pembekalan ada lebih dari 800 orang. Karenaa tahun kemarin masih ada yang belum disahkan.
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi menegaskan, dalam pengawalan pengesahan difokuskan pada sterilisasi knalpot brong, senjata tajam, benda berbahaya, kembang api, dan petasan.
”Pengaman internal yang akan mengambil dan kita yang akan melakukan tindakan tegas dan breakdown tidak pandang bulu siapa itu pelakunya,” tegasnya.
Pihaknya menekankan pentingnya tindakan tegas yang terukur dan menghindari tindakan anarkis.
”Kami selalu memberikan pengertian secara terukur dalam melakukan tindakan tegas dan jangan sampai tindakan anarkis,” tandas kapolres. (din/adi)
Editor : Adi Pras