Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Miris! Siswi SD di Jenar Sragen Dihamili Ayah Tiri, Sekeluarga Diusir Warga dan Tinggal di Makam

Ahmad Khairudin • Kamis, 19 Juni 2025 | 01:12 WIB
Ilustrasi rudapaksa terhadap anak. (Dok.Jawa Pos)
Ilustrasi rudapaksa terhadap anak. (Dok.Jawa Pos)

RADARSOLO.COM – Kasus memalukan kembali terjadi di Kabupaten Sragen. Kali ini bapak tiri dengan sengaja menggauli anak tirinya yang masih kelas VI SD.

Kasus ini masih ditangani Unit PPA Polres Sragen dan mendapat pendampingan dari dinas terkait.

Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, korban yakni berinisial FY, 14, dan pelaku yakni berinisial AT warga Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar.

Usia kandungan korban sekitar 6-7 bulan. Pelaku sudah berulang kali menggauli korban. Anehnya kejadian tersebut diketahui ibu korban, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Kabar tersebut cepat menyebar sehingga membuat aib bagi desa. Warga menolak kehadiran keluarga tersebut di desa itu. Sementara mereka tinggal di area pemakaman desa setempat.

Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Jenar, Suwanto mendapat informasi ada anak hamil tujuh bulan saat periksa di puskesmas.

”Awalnya saya dihubungi kepala puskesmas bahwa ada pemeriksaan kehamilan seorang anak di bawah umur, yakni masih berumur 14 tahun,” ujarnya Rabu (18/6/2025).

Korban awalnya mengaku dihamili teman yang dikenalnya di media sosial. Namun setelah ditelusuri, dia digagahi oleh bapak tirinya.

Yang mengherankan, ibu korban juga mengetahui anak sulungnya hamil dengan suaminya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Sragen Agus Sudarmanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengaku sudah memberikan pendampingan.

”Belum terima laporan lengkap, setahuku sudah didampingi dinas,” ujar Agus.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Ardi Kurniawan melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Sragen Iptu Sriyadi menyampaikan laporan sudah diterima.

Dia menyebut ibu kandung korban tidak mau laporan. Sedangkan bapak kandung korban punya masalah dengan kesehatan jiwa.

”Besok ketemu di kantor, akan kami jelaskan,” terangnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #jenar #polres sragen